Kamis, 21 Oktober 2010

wirausaha sukses berdasarkan psikologi dan bisnis

Nama : Nurul Kartika Pradini
Kelas : 2DD03
NPM : 31209404
Mata Kul : Kewirausahaan
Dosen : Joko Utomo
1. Wirausaha sukses berdasarkan psikologi dan bisnis!

Inovasi dan kreativitas menjadi modal penting dalam membangun kewirausahaan. Selain itu, juga ketahanan mental yang membuat wirausahawan bertahan dalam berbagai kondisi usahanya.Generasi wirausaha yang kreatif dan berani tampil dengan brand inovatif akan dimiliki Indonesia, jika wirausaha ditanamkan pada anak usia 0-7 tahun."Entrepreneurship perlu masuk dalam kurikulum seperti yang dilakukan sekolah internasional yang ada di Indonesia. Program business day di sekolah internasional ini mengajarkan anak untuk kreatif. Anak berpikir mengenai apa yang mau dijual. Hal kecil seperti ini melatih anak untuk berpikir kreatif dan berinovasi," jelas pengamat ekonomi, Aviliani, saat peluncuran program reality show kompetisi wirausaha Diplomat Success Challenge, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Pengetahuan yang didapat pada usia ini akan diterima anak 80 persen. Jika sudah melebihi usia tujuh tahun, yang diandalkan hanyalah bakatnya, tambah Aviliani. Wirausahawan yang sukses dilatari oleh sikap mental, kreativitas, dan inovasi yang telah terlatih sejak kecil.Siapa pun bisa menjadi wirausahawan, tetapi tingkat keberhasilannya dipengaruhi daya inovasi dan kreasi dalam diri. Seperti karyawan yang ingin beralih profesi menjadi pebisnis contohnya, hal ini mungkin saja. Namun, kata Aviliani, mereka cenderung memilih usaha yang mudah seperti franchise dan cenderung memiliki kreativitas rendah.
Menurut Joseph Schumeter, Entrepreneur atau wirausaha adalah orang yang mendobrak system ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Dalam definisi ini ditekankan bahwa seorang wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut.
Menjadi seorang wirausaha, bisa dikatakan gampang – gampang susah, tetapi niat dan keinginan menjadi seorang wirausahawan haruslah diasah dan perlu dicoba. Mampu memotivasi diri yang baik menuju sukses dalam bisnis, kewirausahaan dan kerja merupakan impian banyak orang. Namun semua usaha apapun ketika berangkat dari ketidaktahuan, maka nilai efektifitas menuju terwujudnya sebuah kesuksesan sangat kecil. Peluang sukses akan rendah.
Namun sebelumnya, tidak ada salahnya bila kita melihat gambaran umum terlebih dahulu mengapa pergaulan yang luas diperlukan untuk menjadi wirausahawan.
Kita perlu mampu mengenal potensi diri kita sejak awal, sehingga banyak terjadi dan kita dengar, seseorang dengan usaha yang minimalis dan sederhana namun begitu cepat menjadi sukses dalam bisnisnya, kerjanya, dan wirausahanya.

Mengenali diri merupakan modal dan kekuatan, terutama kekuatan untuk membangun kekuatan berikutnya menuju sukses menangkap peluang bisnis, peluang kerja, peluang sukses, peluang peningkatan reputasi.

Secara umum tipe kepribadian manusia menurut Psikolog dari Amerika yang terkenal dengan JL Holland dapat dibedakan dengan 6 macam:

a. Tipe Kepribadian Konvensional
Ciri ciri dari kepribadian konvensional adalah bersikat hati-hati, mengikuti arus, metodis, efisien, cermat, tidak fleksibel, pemalu, tidak mau menonjolkan diri, patuh, teratur, tekun, praktis, cermat, sopan, dan tidak imajinatif.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe konvensional adalah : resepsionis, sekretaris, klerek, operator komputer atau akuntan.

b. Tipe Kepribadian Sosial
Ciri-ciri kepribadian konvensional adalah: menyukai orang, menikmati pergaulan, ramah, dermawan, suka menolong, baik hati, mudah berempati, persuasif, sabar, suka bekerja sama, bertanggungjawab bijaksana, dan hangat.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah: Guru, ibu rumah tangga, atau konsultan manajemen.

c. Tipe Kepribadian Investigative
Ciri-ciri Kepribadian investigative adalah rasional, analitis, kompleks, selalu ingin tahu, teliti, senang menyendiri, isntrospektif, pemalu, penuh kehati-hatian, tidak terburu-buru, tidak terbawa emosi, dan tidak terlalu disukai orang.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini: ilmuwan, dokter, penerjemah, surveyor, peneliti, atau dosen.

d. Tipe Kepribadian Artisitik
Ciri-ciri Tipe Kepribadian artisitik adalah tidak rapi, emosional, impulsive, tiakpraktis, mandiri, instrospektif, imajinatif, orisional, tidak senang, mengikuti arus, intuitif, peka, terbuka, dan disukai banyak orang.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah: penulis, musisi, jurnalis, seniman, disainer, actor, atau kritikus seni.

e. Tipe Kepribadian Realistis
Ciri-ciri kepribadian realistis adalah tidak suka omong kosong, tidak suka mengumbar janji atau kata-kata, keras kepala, materialistis, praktis, menjauhi diri dari pergaulan social, sedikit bergaul, bersikap wajar tidak dibuat-buat, berterus terang, cenderung mengikuti arus, fleksibel, tekun, dan cermat.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini antara lain : sopir, pilot, mekanik, juru masak, atau petani.

f. Tipe Kepribadian Pengusaha
Ciri-ciri tipe kepribadian pengusaha adalah gigih, ambisius, menyenangkan, mendominasi, menyukai petualangan, suka coba-coba, terkadang bertindak berlebihan, suka berbicara, penuh rasa percaya diri, sangat optimis, dan siap mencoba apapun.
Pekerjaan yang cocok untuk kepribadian ini adalah : penjual, eksekutif, manajer, atau wiraswasta/wirausahawan.

Menjadi seorang wirausaha, bisa dikatakan gampang – gampang susah, tetapi niat dan keinginan menjadi seorang wirausahawan haruslah diasah dan perlu dicoba. Mampu memotivasi diri yang baik menuju sukses dalam bisnis, kewirausahaan dan kerja merupakan impian banyak orang. Namun semua usaha apapun ketika berangkat dari ketidaktahuan, maka nilai efektifitas menuju terwujudnya sebuah kesuksesan sangat kecil. Peluang sukses akan rendah.

beberapa cara sukses menjadi wirausahawan secara umum, antara lain:

* Percaya Diri
Seorang pengusaha harus dapat memiliki percaya diri, artinya begini, sifat percaya diri seseorang tentunya membawa seseorang pada pergaulan yang lebih luas, namun bukan berarti bebas. Seseorang pengusaha harus bisa menjalin pergaulan yang lebih luas yang nantinya dapat dijadikan pasar untuk usaha yang dijalaninya.

* Berorientasi pada Tugas dan Hasil
Seorang pengusaha harus konsisten terhadap usaha yang dijalaninya dan tentu saja sudah mempertimbangkan matang-matang tentang hasil yang akan diperoleh nantinya.

* Kepemimpinan
Setiap manusia mempunyai jiwa kepemimpinan, namun bagaimana sifat itu dipupuk semenjak kita masih kecil hingga terbentuk jiwa yang tangguh dan dapat memberikan pengaruh diamanapun ia berada. Sifat inilah yang harus dimiliki seorang pengusaha, karena yang akan ia bangun nantinya adalah lapangan pekerjaan, siafat ini sangat cocok untuk memanage lapangan pekerjaan yang dibangun agar menjadi solid.

* Keorisinilan
Tidak semua orang mempunyai keorisinilan. Maksud dari orisinil disini adalah sifat yang inovatif, artinya seorang pengusaha harus bisa memunculkan ide-ide baru untuk sebuah wirausaha yang akan dijalaninya.

* Berorientasi ke Masa Depan
Seorang pengusaha tentunya sudah mempunyai langkah-langkah tertentu untuk mencapai kesuksesan. Harus dapat melihat sudut pandang terhadap usaha yang ia jalani, dan mempunyai gambaran terhadap prospek akan usaha yang ia jalani.

ada delapan anak tangga yang meliputi keberhasilan seorang wirausahawan dalam mengembangkan profesinya, yaitu:

* Kerja keras
Kerja keras merupakan modal keberhasilan seorang wirausaha. Setiap pengusaha yang sukses menempuh kerja keras yang sungguh-sungguh dalam usahanya.

* Kerjasama dengan orang lain
Kerjasama dengan orang lain dapat diwujudkan dalam lingkungan pergaulan sebagai langkah pertama untuk mengembangkan usaha. Seorang wirausaha harus murah hati, mudah bergaul, ramah dan disenangi masyarakat dan menghindari perbuatan yang merugikan orang lain.

* Penampilan yang baik
Penampilan yang baik ditekankan pada penampilan perilaku yang jujur dan disiplin.

* Yakin
Seorang wirausaha harus dapat yakin kepada diri sendiri, yaitu keyakinan untuk maju dan dilandasi ketekunan serta kesabaran.

* Pandai membuat keputusan
Seorang wirausaha harus dapat membuat keputusan. Jika dihadapkan pada alternatif sulit, dengan cara pertimbangan yang matang, jangan ragu – ragu dalam mengambil keputusan yang baik sesuai dengan keyakinan.

* Mau menambah Ilmu pengetahuan
Dengan menambah ilmu pengetahuan, terutama di bidang usaha, diharapkan seorang wirausaha dapat mendukung kemampuan dan kemajuan dalam usaha

* Ambisi untuk maju
Tanpa ambisi yang kuat, seorang wirausaha tidak akan dapat mencapai keberhasilan. Ambisi yang kuat, harus diimbangi dengan usaha yang keras dan disiplin diri yang baik.

* Pandai berkomunikasi
Seorang wirausaha harus dapat menarik orang lain dengan tutur kata yang baik, sopan, jujur dan percaya diri. Dengan demikian akan memberi kesan kepada orang lain menjadi tertarik daan orang akan percaya dengan apa yang disampaikan.

Ada beberapa langkah untuk memperkecil potensi kerugian sebelum memulai usaha kecil menengah :

1. PENETUAN JENIS USAHA
Pilih jenis usaha yang didasarkan pada hoby atau kesenangan, kalau mengalami kendala kalo sudah hoby ya biasanya lebih tekun karena dasarnya cinta/senang. Selain itu perlu didukung ilmu dan keahlian. Berwirausaha ibarat main game, Uang adalah : SKOR, yang penting kemahiran bermain. Semakin mahir..ya SKOR akan makin tinggi.

2. BUAT PERENCANAAN
Biasanya konsep usaha yang tidak jelas berdampak pada pembengkakan atau pemborosan. Rencana ini mencakup : pilihan produk/jasa yang akan dijual, lokasi usaha dan apa saja kebutuhannya. Tentukan modal dan mangement keuangannya. Jadi harus mengetahui alur produksi usaha tersebut.

3. LAKUKAN SURVEY
Survey bertujuan untuk mendapat kebutuhan usaha yang paling tepat, murah dan effisien. Yang perlu di survey antara lain : lokasi usaha, segment pasarnya dan pesaing usaha.

4. BELANJA SESUAI RENCANA
Gunakan pedoman sesuai dengan rencana modal. Jangan beli peralatan yang mahal diawal, hal ini untuk membentuk podasi keuangan yang kuat dulu di tujuan awal bisnis. Sehingga resiko rugi besar juga bisa di tekan.

5. PERHATIKAN
Apa itu 4 P : Product, Price, Place dan Promotion. Untuk product upayakan yang unik, aneh dan orang tertarik dan membeli product tersebut. Product harus berkualitas dan harga bersaing.

Ingat jangan latah meniru atau ikut – ikutan usaha orang lain yg sudah jalan/sukses, semua orang banyak berorientasi pada uang tanpa memikirkan kecintaan, keahlian dan pengalaman. Orang hanya berfikir SKOR, tidak memikirkan keahlian bermainnya. Jadi hindari jenis usaha yang sudah banyak di ambil orang sehingga potensi kegagalannya kecil.

2. Seorang wirausaha manajer atau pemimpin?

Apa yang membuat seorang manajer kewirausahaan?
Seorang manajer wirausaha yang sukses memiliki tiga atribut kunci:

1.Kemampuan untuk melihat peluang bisnis baru sebelum mereka jelas bagi orang lain dan berkomunikasi dan pasar ide-ide ini kepada para pemangku kepentingan kunci dalam perusahaan
2.Kemampuan untuk memobilisasi tim terbaik untuk mengembangkan peluang tersebut
3.Kemampuan untuk memimpin tim proyek dengan cara, inspirasi non-hirarkis

kemampuan tersebut jelas tergantung pada kemampuan individu dan kekuatan. Namun, bahkan manajer kewirausahaan paling berbakat dapat dibatasi, dan bahkan menahan, oleh sistem organisasi, struktur, dan budaya.
Sayangnya, proses perencanaan yang paling dalam organisasi besar cenderung untuk berfokus pada penganggaran dimuliakan daripada homing in pada peluang baru. Manajer sering begitu meregang bahwa mereka hanya tidak punya waktu untuk apapun selain hari-hari menjalankan organisasi dan fokus pada bottom line jangka pendek.
Manajer juga lebih sering mendorong ke arah - dan dihargai untuk - penyelarasan dan eksekusi daripada mencari kesempatan baru dan sementara CEO mungkin berbicara tentang pertumbuhan dan berpikir strategis, pada kenyataannya ia hanya dapat mengejar jalan "melindungi dan memperpanjang" dan "lebih sama". Ini salah pertandingan antara kata dan tindakan dapat menggagalkan orang yang memiliki ide-ide baru.
Orang-orang yang paling tepat dari seluruh perusahaan harus dibawa bersama-sama untuk mengembangkan peluang baru. Namun dalam besar, organisasi multinasional, manajer pengusaha mungkin tidak memiliki cukup pengalaman dalam perusahaan secara keseluruhan untuk mengidentifikasi orang-orang ini. Untuk mendorong manajer kewirausahaan, organisasi perlu melibatkan SDM dalam proses untuk pengusaha pengantin pria melalui rotasi pekerjaan.
Tetapi bahkan jika orang yang tepat diidentifikasi, akan mereka bersedia bergabung dengan tim?Insentif sangat penting jika suatu organisasi adalah meminta orang untuk melangkah keluar dari "daerah aman" mereka ke sebuah proyek berisiko yang mungkin gagal. Para anggota tim juga akan membutuhkan beberapa kebebasan dari pekerjaan rutin mereka jika mereka mencurahkan waktu yang cukup untuk proyeksi. Isu tersebut adalah tidak selalu mudah dibahas dalam struktur organisasi yang ada dan sistem penghargaan.

Seorang manajer kewirausahaan jelas perlu pemimpin inspirasi - dan juga mampu tanpa henti mengejar ide nya hingga mencapai hasil. Hal ini dapat memerlukan sejumlah besar semangat dan komitmen: Nestlé Nespresso sistem, misalnya, mengambil 17 tahun hanya untuk mencapai titik impas.

A Sebuah kendala utama di sini adalah bahwa karakteristik kewirausahaan sering bertentangan dengan budaya perusahaan. Mereka harus diperbolehkan untuk mengambil risiko dan membuat keputusan yang cepat - dua hal yang tradisional, struktur organisasi hirarkis mungkin benci. Pengusaha juga perlu kepercayaan diri, ego, kreativitas dan tekad untuk mendorong visi mereka ke depan, tetapi organisasi biasanya lebih memilih orang yang lebih konformis.

Manajer kewirausahaan mungkin harus ditahan di berbagai tahapan dalam mengembangkan ide inovatif. Di sinilah sponsor menjadi sangat penting. Mereka berfungsi sebagai penghubung antara manajer kewirausahaan dan manajemen senior.

Sponsor ideal adalah seseorang dari manajemen menengah atau atas. Orang seperti itu bisa dipindahkan ke peran sponsor, baik secara internal maupun sebagai penasihat eksternal, dengan kewenangan untuk mencari manajer kewirausahaan, mendukung mereka dan lobi untuk mereka. Peran ini tidak mudah, tetapi sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang mendorong dan memungkinkan kewirausahaan.
Banyak perusahaan Jepang yang telah melakukan hal ini - berbeda dengan orang-orang di Barat, di mana orang yang berharga dengan pengalaman bertahun-tahun sering hilang dalam proses bergerak menaiki tangga manajemen.
Ada satu hal terakhir yang dibutuhkan organisasi alamat jika mereka ingin mengembangkan kewirausahaan manajer-hadiah. struktur HR seringkali tidak memungkinkan para manajer kewirausahaan untuk secara tepat dihargai. Selain itu, sementara mereka tidak perlu khawatir dengan tingkat remunerasi, mereka cenderung sangat peka terhadap keadilan nyata. Kunci di sini adalah dialog antara pengusaha dan manajemen senior, untuk memastikan bahwa pengusaha merasa tepat diakui.
Profesor Lorange adalah Strategi dan mengajarkan pada Dewan Program. Profesor Chakravarthy adalah Direktur Manajemen Puncak Dilema Menguasai program.

jadi menurut saya wirausaha itu adalah seorang manajer

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar