Nama : Nurul Kartika Pradini
Kelas : 2DD03
NPM : 31209404
Mata Kuliah : Manajemen Penjualan (softskill)
1. Pengertian manajemen penjualan dari beberapa sumber
Manajemen Penjualan ala Kotler
Penjualan menurut Kotler adalah suatu proses dimana kebutuhan pembeli dan kebutuhan penjual dipenuhi, melalui antar pertukaran informasi dan kepentingan. Dalam praktek, kegiatan penjualan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut : (Swastha dan Irawan, 1990).
Prosedur Penjualan
Sejak dulu sampai sekarang penjualan masih te tap berperan paling penting diantara aktivitas lainnya. Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan, karena dari penjualan dapat diperoleh laba. Banyak faktor selain usaha promosi termasuk segi pelayanan atau pemberian service, harga yang cocok, juga bagian pimpinan perusahaan dapat mengikuti order penjualan yang masih luas/terbuka. Maka aktivitas penjualan dapat di kronologiskan sebagai berikut :
a. Penerimaan pesanan
b. Penegasan pesanan
c. Pengiriman barang
d. Pembuatan faktur
e. Pembuatan laporan operasional penjualan
Konsep Penjualan menfokuskan pada kebutuhan penjual. Karena itu penjualan sibuk dengan kebutuhan penjual untuk mengubah produk/jasanya menjadi cash atau uang kontan. Konsep pemasaran memfokuskan pada kebutuhan pembeli. Karena itu pemasaran sibuk dengan pemikiran memuaskan kebutuhan pelanggan melalui produk dan keseluruhan barang yang berhubungan dengan penciptaan, pengantaran dan akhirnya pengkonsumsiannya.
2. Proses manajemen penjualan
Meningkatkan Proses Penjualan & Menaikkan Penjualan
Melalui penguatan proses manajemen penjualan dengan software, proses terkait akan dioperasikan, dirampingkan dan dihubungkan dengan aspek bisnis lainnya. Hal ini akan memungkinkan reaksi yang cepat terhadap kebutuhan konsumen akan kualitas barang dan proposal yang akurat, negosiasi kontrak yang cepat, pemrosesan pesanan secara efektif, penanganan secara fleksibel akan perubahan harga konsumen dan memperpendek quotationto-delivery cycles. Penyempurnaan demikian dalam proses penjualan akan jelas terlihat oleh konsumen dan sekaligus meningkatkan penjualan.
3. Tahap-tahap penjualan
Sales Process merupakan sebuah struktur yang sangat dibutuhkan oleh
sales people. Setiap orang sales harus mengetahui tahapan-tahapan dalam penjualan, hal ini akan membantunya untuk mengetahui bagian mana yang perlu dikembangkan yang berguna dalam meningkatkan hasil penjualannya.
Berikut ini adalah tahapan-tahapan umum dalam penjualan : Prospecting,
Establishing Contact, Presenting a Product, Handling Rejections, Closing the Sale and Following Up.
Tidak semua sales people menguasai setiap tahapan dengan baik. Coba anda renungkan sebentar kira-kira dari seluruh tahapan dimana yang merupakan area kekuatan dan kelemahan anda?
Dengan mengetahui dimana kekuatan dan kelemahan, maka hal itu akan memudahkan Anda untuk menentukan strategi untuk pengembangan kemampuan menjual Anda.
4. Cara-cara penjualan
11 cara-cara penjualan
1. Kenali produk dan jasa anda
Kenali produk dan jasa anda luar dalam, sedetil-detilnya. Anda harus mengetahui kelemahan, kekuatan dan juga fitur-fiturnya. Penting juga untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi supply dan demand-nya. Semua ini penting untuk memperjelas presentasi anda, dan memberi informasi lengkap bagi orang skeptis untuk membuat keputusan pembelian. Pastilah anda akan diberi pertanyaan. Oleh karena itu, anda harus bersiap untuk mendemonstrasikan produk/jasa anda sebagai respons.
2. Kenali prospek anda
Selain mengenal produk, anda harus juga mengenal prospek anda. Berusahalah untuk mengetahui semaksimal mungkin mengenai target demografik dan prospek potensial anda. Pastikan anda berhubungan dengan pembuat keputusan. Anda harus tahu kebiasaan pembelian mereka, motivasi-motivasi mereka dalam menentukan pilihan, dan berapa lama keputusan pembelian akan memakan waktu. Anda harus paham betul bagaimana produk anda cocok dengan strategi pembelian mereka. Jika anda tahu kebiasaan mereka dalam melakukan pembelian, anda dapat menyusun strategi penjualan jangka panjang,--yang berarti pembelian berkelanjutan. Tempatkan diri anda pada posisi yang paling memungkinkan untuk mendapatkan jawaban “YA”, yaitu dengan fokus pada hal-hal yang dianggap penting oleh prospek anda.
3. Percayai kata-kata anda sendiri
Anda tidak akan pernah efektif menjual produk yang anda sendiri tidak percayai, apalagi kepada orang yang sudah skeptis dari awal. Kurangnya antusias anda akan tampak saat anda mencoba meyakinkan pembeli potensial anda. Saat anda memancarkan semangat dan antusiasme, anda dapat menerobos tembok keraguan yang telah dibuat oleh orang skeptis. Dengan tidak menunjukkan keyakinan saat anda mempresentasikan produk anda, sudah hampir dipastikan jawaban yang diperoleh adalah “TIDAK”. Jika anda beruntung dapat menjual produk yang tidak anda yakini, anda masih mendapat kerugian karena adanya resiko tidak maunya si prospek merefer produk anda ke orang lain dan hilangnya kepercayaan sang pelanggan.
4. Jelaskan secara transparan
Seringkali kita menjual dengan menggunakan kata-kata yang kuat, tetapi memberikan sedikit informasi. Contohnya, kita sering berkata “Bila anda ingin benefit-benefit ini, belilah produk saya!” Ini dilakukan dengan harapan bahwa keingin-tahuan sang prospek tentang klaim anda yang berani, sudahlah cukup untuk memutuskan mereka membeli produk anda. Pendapat bahwa bila anda memberikan terlalu banyak informasi maka justru akan membuat prospek ragu membeli, adalah pendapat yang umum tetapi salah. Bersiaplah untuk memberikan informasi sebanyak mungkin pada prospek anda untuk meyakinkan mereka membeli produk anda. Transparansi akan menghasilkan kepercayaan. Sesuatu yang tidak dimengerti oleh seseorang, selalu disambut dengan “TIDAK”. Semakin banyak informasi saat menentukan keputusan pembelian, semakin besar kemungkinan mereka akan berkata “YA”. Keuntungan lain dengan bersifat transparan, semakin banyak informasi yang anda berikan secara gratis semakin besar juga ketertarikan pada produk anda.
5. Raih kepercayaan dengan berasosiasi
Dengan mendapatkan endorsement atau testimonial, terutama dari pihak yang direspek oleh prospek anda, akan menghasilkan kepercayaan. Banyak skeptis yang membeli karena rekomendasi dari orang yang mereka respek. Berusahalah berasosiasi dengan pihak tersebut melalui kerjasama strategis, karena rekomendasi dari mereka berarti berkurangnya penolakkan dan meningkatnya penjualan.
6. Tawarkan free trial, Diskon, Insentif atau Garansi
Struktur dari penawaran anda memberikan peran penting dalam membangun kepercayaan dan mendorong prospek untuk membeli. Banyak variasi yang dapat digunakan, tetapi garansi dan insentif adalah cara yang hebat untuk mendapatkan kepercayaan dari calon pembeli. Garansi dan free-trial memberi kesempatan pada skeptis untuk mencoba produk anda sebelum menentukan apakah tawaran anda cocok untuk kebutuhan mereka. Insentif dan diskon juga taktik yang baik untuk membuat prospek merasa mendapatkan keuntungan. Seseorang selalu senang mendapatkan sesuatu secara gratis atau membeli bila tidak ada resikonya. Dengan menggaransi produk anda, anda akan mengurangi keraguan dan mendorong prospek untuk membeli. Anda juga menunjukkan bahwa anda yakin pada produk yang anda jual.
7. Bandingkan & lakukan differensiasi dengan kompetitor
Pahami sifat dari bisnis anda. Apakah bisnis anda adalah bisnis komoditi dimana yang dapat memberikan harga terendah akan menang ? Apakah kekuatan dari brand anda menjadi factor yang menentukan ? Apakah ada sesuatu yang unik dari penawaran anda ? Anda harus mengetahui kekuatan dan kelemahan kompetitor anda. Setelah anda memahami kompetitor, dan juga kebutuhan dari prospek anda, maka anda dapat menentukan “marketing angle” yang efektif.
8. Jual relationship bukan produk
Salesman terbaik bukan hanya menghasilkan penjualan tetapi juga menumbuhkan relationship dengan pelanggan. Relationship lebih bermanfaat, baik bagi anda maupun prospek anda, daripada satu kali transaksi saja (one-time transaction). Bagi anda, relationship memberi ruang bagi anda untuk mendapatkan transaksi berulang, dan juga kesempatan untuk menjual produk/jasa anda yang lain; referral yang bertambah karena anda akan mendapat akses pada jaringan dari prospek anda. Bagi skeptis/prospek, relationship akan membangun kepercayaan. Mereka akan yakin bahwa mereka tidak akan anda abaikan setelah transaksi selesai. Pada akhirnya, mereka akan membeli relationship dengan anda dan perusahaan anda, bukan dengan produk/jasa anda. Lakukan penjualan dengan paradigma seperti itu.
9. Fokus pada benefit dan nilai
Yang paling penting bagi skeptis adalah keuntungan yang akan mereka dapat. Oleh karena itu, fokuslah pada bagaimana produk/jasa anda akan menyelesaikan masalah mereka, memenuhi kebutuhan atau keinginan mereka. Bila prospek anda sangat mementingkan keuntungan financial, maka presentasi anda harus berfokus pada bagaimana produk atau jasa anda dapat menghasilkan revenue atau menghemat pengeluaran mereka. Jika produk anda memuaskan suatu keinginan/desire, maka fokuslah bagaimana produk/jasa anda dapat mengisi kebutuhan emosional itu. “Emotional Selling” berbeda dengan “Bottom-Line Selling”, karena berfokus pada perasaan bukan pada ukuran financial. Ingatlah untuk selalu berfokus pada benefit yang dibutuhkan oleh calon pembeli anda. Bila tidak, skeptis akan kehilangan minat, dan anda akan kehilangan penjualan.
10. Isolasikan penolakan prospek
Dalam kehidupan dan juga bisnis, dua dari tantangan-tantangan terbesar adalah bagaimana membuat keputusan yang cerdas, serta kemudian merealisasikannya. Satu dari tujuan dasar anda sebagai salesman adalah membantu prospek membuat keputusan tersebut. Untuk itu, tanyakan dua macam pertanyaan : yang satu untuk lebih mengetahui lebih dalam mengenai prospek anda beserta kebutuhan-kebutuhannya, sedang yang lain untuk mendorong prospek anda untuk membeli. Sederetan pertanyaan yang dilakukan secara tepat akan mengisolasi penolakkan dari calon pembeli anda. Anda juga harus melakukan brainstorming mengenai berbagai kemungkinan alasan untuk tidak membeli dari anda, dan kemudian memikirkan respons yang tepat. Pertanyaan yang lain harus didesain sedemikian rupa sehingga hanya mengarah pada satu jawaban, dan jawaban tersebut harus mendorong prospek untuk setuju dengan anda.
11. Jangan kelihatan terlalu butuh
Keadaan emosional anda akan terlihat oleh skeptis /prospek anda. Jangan pernah terlihat bahwa anda butuh menjual. Semua orang akan menghindari salesman yang menjual terlalu menggebu-gebu. Sering kita terkondisikan untuk memberi atau membeli dari orang yang tidak butuh uang kita. Prinsip inilah yang lebih mendorong kita untuk memberikan uang Rp 500,- kepada orang kaya untuk menelpon saat dia tidak punya uang kecil, daripada kepada gelandangan yang meminta hal serupa. Oleh karena itu, penting bagi anda untuk beroperasi dengan paradigma “berkecukupan”. Pahami bahwa selalu ada kesempatan penjualan yang lebih besar, sehingga anda tidak harus terlalu menuntut/menggebu-gebu pada penjualan kali ini. Keyakinan anda akan tampak oleh prospek anda, dan itu akan lebih mendorong mereka untuk membeli dari anda.
5. Faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan penjualan
Dalam praktik, kegiatan penjualan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut :
1. Kondisi dan Kemampuan Penjual
Transaksi jual-beli atau pemindahan hak milik secara komersial atas barang dan jasa itu pada prinsipnya melibatkan dua pihak, yaitu penjual sebagai pihak pertama dan pembeli sebagai pihak kedua. Disini penjual harus dapat meyakinkan kepada pembelinya agar dapat berhasil mencapai sasaran penjual yang diharapkan untuk maksud tersebut penjual harus memahami beberapa masalah penting yang sangat berkaitan, yakni :
a. Jenis dan karakteristik barang yang di tawarkan.
b. Harga produk.
c. Syarat penjualan seperti: pembayaran, penghantaran, pelayanan sesudah penjualan dan garansi
2. Kondisi Pasar
Pasar, sebagai kelompok pembeli atau pihak yang menjadi sasaran dalam penjualan dapat pula mempengaruhi kegiatan penjualannya.
Adapun faktor-faktor kondisi pasar yang perlu diperhatikan adalah :
a. Jenis pasarnya
b. Kelompok pembeli atau segmen pasarnya
c. Daya belinya
d. Frekuensi pembelian
e. Keinginan dan kebutuhan
3. Modal
Akan lebih sulit bagi penjualan barangnya apabila barang yang dijual tersebut belum dikenal oleh calon pembeli, atau apabila lokasi pembeli jauh dari tempat penjual. Dalam keadaan seperti ini, penjual harus memperkenalkan dulu membawa barangnya ketempat pembeli. Untuk melaksanakan maksud tersebut diperlukan adanya sarana serta usaha, seperti : alat transportasi, tempat peragaan baik didalam perusahaan maupun diluar perusahaan, usaha promosi dan sebagainya. Semua ini hanya dapat dilakukan apabila penjual memiliki sejumlah modal yang diperlukan untuk itu.
4. Kondisi Organisasi Perusahaan
Pada perusahaan besar, biasanya masalah penjualan ini ditangani oleh bagian tersendiri (bagian penjualan) yang dipegang orang-orang tertentu/ ahli dibidang penjualan.
5. Faktor lain
Faktor-faktor lain, seperti: periklanan, peragaan, kampanye, pemberian hadiah sering mempengaruhi penjualan. Namun untuk melaksanakannya, diperlukan sejumlah dana yang tidak sedikt. Bagi perusahaan yang bermodal kuat kampanye pemberian hadiah, sering mempengaruhi penjualan. Namun untuk melaksanakannya diperlukan sejumlah data yang tidak sedikit. Bagi perusahaan yang bermodal kuat, kegiatan ini secara rutin dapat dilakukan. Sedangkan bagi perusahaan kecil yang mempunyai modal relatif kecil kegiatan ini lebih jarang dilakukan. Ada pengusaha yang berpegangan pada suatu prinsip bahwa ”paling penting membuat barang yang baik”. Bilamana prinsip tersebut dilaksanakan, maka diharapkanpembeli akan kembali membeli lagi barang yang sama. Namun sebelum pembelian dilakukan, sering pembeli harus dirangsang daya tariknya misalnya dengan memberi bungkus yang menarik atau dengan cara promosi lainnya.
Sabtu, 12 Maret 2011
Minggu, 02 Januari 2011
tugas 3

Tugas 3
1.Dari usaha yang anda dirikan, identifikasilah kebutuhan SDM bagi usaha anda, meliputi :
a)Keahlian pendidikan serta pengalaman kerja
b)Jelaskan metode recuitmen yang anda gunakan
2.Masih dari usaha yang akan anda dirikan, susunlah bentuk organisasi sosial, gambar juga struktur organisasi dari usaha yang akan anda dirikan !
Jawab :
1. Identifikasi kebutuhan SDM bagi usaha anda, meliputi :
a. keahlian pendidikan serta pengalaman kerja
Jika kita ingin memulai suatu usaha kita harus mempertimbangkannya mateng-mateng, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Jika anda ingin membuka usaha kue yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara kita membuat suatu makanan dengan rasa yang beda tetapi konsumen tidak bosan mengkonsumsi makanan yang kita bikin, maka dari itu kita harus memiliki keahlian di bidang tersebut, agar kita dapat mengkreasikan suatu makanan sekreatif mungkin.
Selain keahlian, kita juga harus memiliki pengalaman kerja sedikit-sedikit, agar kita tidak bingung dengan usaha yang kita jalankan.
b)Metode recuitment
Bagi Anda yang punya hobi membuat roti, bisa jadi ulasan kali ini bisa menginspirasi Anda untuk membuka toko roti dan kue. Produk yang ditawarkan sebenarnya tidak jauh berbeda dari toko roti kebanyakan. Ada black forest, aneka taart, roti pisang, roti keju, coklat kacang, roti semir, tawar manis, isi ayam, roti kering, mandarin, brownies, bolu, aneka snack dan juga bakery
2. Bentuk organisasi
a)Organisasi garis
b)Organisasi garis dan staf
c)Organisasi fungsional
d)Organisasi panitia
Struktur Organisasi
DIT.UT
DIR.SAR
DIR.KEU
DIR.PROD
DIR.AD PERSH
KARYAWAN
Selasa, 16 November 2010
Tugas kewirausahaan yang baru
Nama : Nurul kartika Pradini
Kelas : 2DD03
NPM : 31209404
Tugas : Kewirausahaan (softskill)
Dosen : Joko Utomo
Tugas 2
1.Dari jenis usaha yang anda rumuskan pada tugas 1, buatlah :
a. Perencanaan dari usaha yang akan anda inginkan
b. Bentuk kepemilikan
c. Rencana pemasaran, meliputi :
oKondisi pasar
oKondisi pesaing
oBentuk kegiatan promosi yang ingin dilakukan dan hal-hal yang dibutuhkan untuk memasarkan produk anda
Jawab :
Analisa kue
a. Buat daftar bahan-bahan yang diperlukan untuk produksi dan kemasan
b. Rincilah peralatan yang diperlukan dalam pengelolaan kue kering
c. Menetapkan harga jual yang bersaing
d. Memperkirakan berapa keuntungan yang diperoleh
Rincian biaya
Modal : Rp 720.000
Bahan-bahan yang diperlukan
1. Satu karung tepung terigu : Rp 360.000
2. Lima kilo telur : Rp 45.000
3. Pengembang kue : Rp 30.000
4. Satu karung gula : Rp 250.000
5. Soda kue : Rp 20.000
6. Pewarna makanan : Rp 15.000 +
Rp 720.000
Strategi Pemasaran
Suatu rencana yang memungkinkan perusahaan mengoptimalkan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan pemasaran dan perusahaan. Strategi pemasaran untuk usaha kue dapat dilakukan di berbagai tempat misalkan, jualan didepan rumah, jualan dipasar bila perlu kita dapat mengiklankan dagangan kita tersebut dengan cara membuat brosur, atau bisa juga dagangannya kita titipkan di warung-warung kecil, kantin sekolah dll. Selain itu sebagai wirausaha kita juga harus mengetahui sedikit informasi tentang usaha yang kita jalankan dengan kita mengetahui kekurangan dan kelebihan usaha yang kita jalankan, supaya kita tidak mengecewakan konsumen dengan produk yang kita bikin.
Rencana Pemasaran
1. Formula tujuan pemasaran
2. Identifikasi kesempatan pemasaran
3. Fokus perencanaan pemasaran :
•Pengembangan produk baru
•Memperluas lini produk yang ada
•Revitalisasi merek produk yang ada
4. Pengembangan strategi pemasaran :
oIdentifikasi segmen pasar
oMenentukan target pasar
oPenempatan posisi produk
oPengembangan bauran pemasaran
5. Evaluasi dan pengendalian
Tujuan Pemasaran
Penempatan tujuan pemasaran dilakukan sebagai pegangan dasar bagi manajer madya di dalam memformulasi strategi. Proses penetapan tujuan ini dapat dilakukan dengan melakukan identifikasi kesempatan yang memungkinkan usaha tersebut dapat mengembangkan manfaat maksimum dibanding pesaing.
Kondisi Pasar
Kondisi pasar kue kering beberapa bulan terakhir kendati mengalami lesu permintaan, tidak mengurangi keinginan distributor kue untuk meningkatkan penjualan. Memanfaatkan momen Hari Raya Idul Fitri mendatang, distributor kue kering sudah mulai melakukan penambahan stok kue Lebaran.
Penambahan stok lebih banyak tertuju pada jenis kue kering seperti kue semprit, krastangel, keju wafer, pandan kelapa, trafles cookies, butter cookies, lidah buaya, pisang sale, nastar hingga berbagai jenis kacang-kacangan. Jenis kacang yang banyak ditawarkan antara lain, kacang kapri, kedelai, buncis, komak, kacang disko, kacang telur dan masih banyak lainnya. Soal harga belum banyak ada peningkatan. Harga aneka kue dalam kemasan berkisar Rp 25.000 per toples, camilan kacang antara Rp 20.500 per kg.
Kondisi Pesaing
Sebelum kita mendirikan suatu usaha kita harus mempertimbangkan kondisi pesaing yang ada sekarang ini agar kita dapat memperkirakan bagaimana cara kita untuk dapat bersaing dengan sehat. Supaya tidak ada yang saling dirugikan.
Organisasi yang dipilih untuk usaha kue adalah organisasi fungsional
Kebaikan dari organisasi fungsional adalah :
1 Pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi-fungsi utama
2 Menciptakan efisiensi melalui spesialisasi
3 Memusatkan keahlian organisasi
4 Memungkinkan pengawasan manajemen puncak terhadap fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi
Kelemahan dari organisasi fungsional adalah :
a. Menciptakan konflik antar fungsi
b. Adanya kemacetan pelaksanaan tugas
c. Umpan balik yang lambat
d. Memusatkan pada kepentingan tugasnya
e. Para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inovatif
Bentuk kepemilikan
Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Artinya, apabila bisnis mengalami kerugian, pemilik lah yang harus menanggung seluruh kerugian itu.
Bentuk kegiatan promosi
Usaha kue ini sangat mudah untuk mempromosikannya bisa melalui internet, brosur, atau dari mulut ke mulut. Selain itu kita juga harus bisa lebih kreatif lagi untuk mempromosikan usaha yang kita jalankan supaya usaha ini dapat berjalan sesuai yang kita inginkan dan mendapatkan keuntungan yang cukup besar.
Dalam mempromosikan usaha yang kita jalankan, kita harus menjalin komunikasi yang baik terhadap konsumen, distributor dll, agar usaha kita dapat berjalan dengan lancar.
Selain dengan cara mempromosikan usaha yang kita dirikan, kita harus mempunyai strategi-strategi lainnya, seperti : Strategi discount harga, Strategi perluasan produk, Strategi pelayanan yang ditingkatkan.
Kelas : 2DD03
NPM : 31209404
Tugas : Kewirausahaan (softskill)
Dosen : Joko Utomo
Tugas 2
1.Dari jenis usaha yang anda rumuskan pada tugas 1, buatlah :
a. Perencanaan dari usaha yang akan anda inginkan
b. Bentuk kepemilikan
c. Rencana pemasaran, meliputi :
oKondisi pasar
oKondisi pesaing
oBentuk kegiatan promosi yang ingin dilakukan dan hal-hal yang dibutuhkan untuk memasarkan produk anda
Jawab :
Analisa kue
a. Buat daftar bahan-bahan yang diperlukan untuk produksi dan kemasan
b. Rincilah peralatan yang diperlukan dalam pengelolaan kue kering
c. Menetapkan harga jual yang bersaing
d. Memperkirakan berapa keuntungan yang diperoleh
Rincian biaya
Modal : Rp 720.000
Bahan-bahan yang diperlukan
1. Satu karung tepung terigu : Rp 360.000
2. Lima kilo telur : Rp 45.000
3. Pengembang kue : Rp 30.000
4. Satu karung gula : Rp 250.000
5. Soda kue : Rp 20.000
6. Pewarna makanan : Rp 15.000 +
Rp 720.000
Strategi Pemasaran
Suatu rencana yang memungkinkan perusahaan mengoptimalkan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan pemasaran dan perusahaan. Strategi pemasaran untuk usaha kue dapat dilakukan di berbagai tempat misalkan, jualan didepan rumah, jualan dipasar bila perlu kita dapat mengiklankan dagangan kita tersebut dengan cara membuat brosur, atau bisa juga dagangannya kita titipkan di warung-warung kecil, kantin sekolah dll. Selain itu sebagai wirausaha kita juga harus mengetahui sedikit informasi tentang usaha yang kita jalankan dengan kita mengetahui kekurangan dan kelebihan usaha yang kita jalankan, supaya kita tidak mengecewakan konsumen dengan produk yang kita bikin.
Rencana Pemasaran
1. Formula tujuan pemasaran
2. Identifikasi kesempatan pemasaran
3. Fokus perencanaan pemasaran :
•Pengembangan produk baru
•Memperluas lini produk yang ada
•Revitalisasi merek produk yang ada
4. Pengembangan strategi pemasaran :
oIdentifikasi segmen pasar
oMenentukan target pasar
oPenempatan posisi produk
oPengembangan bauran pemasaran
5. Evaluasi dan pengendalian
Tujuan Pemasaran
Penempatan tujuan pemasaran dilakukan sebagai pegangan dasar bagi manajer madya di dalam memformulasi strategi. Proses penetapan tujuan ini dapat dilakukan dengan melakukan identifikasi kesempatan yang memungkinkan usaha tersebut dapat mengembangkan manfaat maksimum dibanding pesaing.
Kondisi Pasar
Kondisi pasar kue kering beberapa bulan terakhir kendati mengalami lesu permintaan, tidak mengurangi keinginan distributor kue untuk meningkatkan penjualan. Memanfaatkan momen Hari Raya Idul Fitri mendatang, distributor kue kering sudah mulai melakukan penambahan stok kue Lebaran.
Penambahan stok lebih banyak tertuju pada jenis kue kering seperti kue semprit, krastangel, keju wafer, pandan kelapa, trafles cookies, butter cookies, lidah buaya, pisang sale, nastar hingga berbagai jenis kacang-kacangan. Jenis kacang yang banyak ditawarkan antara lain, kacang kapri, kedelai, buncis, komak, kacang disko, kacang telur dan masih banyak lainnya. Soal harga belum banyak ada peningkatan. Harga aneka kue dalam kemasan berkisar Rp 25.000 per toples, camilan kacang antara Rp 20.500 per kg.
Kondisi Pesaing
Sebelum kita mendirikan suatu usaha kita harus mempertimbangkan kondisi pesaing yang ada sekarang ini agar kita dapat memperkirakan bagaimana cara kita untuk dapat bersaing dengan sehat. Supaya tidak ada yang saling dirugikan.
Organisasi yang dipilih untuk usaha kue adalah organisasi fungsional
Kebaikan dari organisasi fungsional adalah :
1 Pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi-fungsi utama
2 Menciptakan efisiensi melalui spesialisasi
3 Memusatkan keahlian organisasi
4 Memungkinkan pengawasan manajemen puncak terhadap fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi
Kelemahan dari organisasi fungsional adalah :
a. Menciptakan konflik antar fungsi
b. Adanya kemacetan pelaksanaan tugas
c. Umpan balik yang lambat
d. Memusatkan pada kepentingan tugasnya
e. Para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inovatif
Bentuk kepemilikan
Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Artinya, apabila bisnis mengalami kerugian, pemilik lah yang harus menanggung seluruh kerugian itu.
Bentuk kegiatan promosi
Usaha kue ini sangat mudah untuk mempromosikannya bisa melalui internet, brosur, atau dari mulut ke mulut. Selain itu kita juga harus bisa lebih kreatif lagi untuk mempromosikan usaha yang kita jalankan supaya usaha ini dapat berjalan sesuai yang kita inginkan dan mendapatkan keuntungan yang cukup besar.
Dalam mempromosikan usaha yang kita jalankan, kita harus menjalin komunikasi yang baik terhadap konsumen, distributor dll, agar usaha kita dapat berjalan dengan lancar.
Selain dengan cara mempromosikan usaha yang kita dirikan, kita harus mempunyai strategi-strategi lainnya, seperti : Strategi discount harga, Strategi perluasan produk, Strategi pelayanan yang ditingkatkan.
Kamis, 21 Oktober 2010
wirausaha sukses berdasarkan psikologi dan bisnis
Nama : Nurul Kartika Pradini
Kelas : 2DD03
NPM : 31209404
Mata Kul : Kewirausahaan
Dosen : Joko Utomo
1. Wirausaha sukses berdasarkan psikologi dan bisnis!
Inovasi dan kreativitas menjadi modal penting dalam membangun kewirausahaan. Selain itu, juga ketahanan mental yang membuat wirausahawan bertahan dalam berbagai kondisi usahanya.Generasi wirausaha yang kreatif dan berani tampil dengan brand inovatif akan dimiliki Indonesia, jika wirausaha ditanamkan pada anak usia 0-7 tahun."Entrepreneurship perlu masuk dalam kurikulum seperti yang dilakukan sekolah internasional yang ada di Indonesia. Program business day di sekolah internasional ini mengajarkan anak untuk kreatif. Anak berpikir mengenai apa yang mau dijual. Hal kecil seperti ini melatih anak untuk berpikir kreatif dan berinovasi," jelas pengamat ekonomi, Aviliani, saat peluncuran program reality show kompetisi wirausaha Diplomat Success Challenge, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Pengetahuan yang didapat pada usia ini akan diterima anak 80 persen. Jika sudah melebihi usia tujuh tahun, yang diandalkan hanyalah bakatnya, tambah Aviliani. Wirausahawan yang sukses dilatari oleh sikap mental, kreativitas, dan inovasi yang telah terlatih sejak kecil.Siapa pun bisa menjadi wirausahawan, tetapi tingkat keberhasilannya dipengaruhi daya inovasi dan kreasi dalam diri. Seperti karyawan yang ingin beralih profesi menjadi pebisnis contohnya, hal ini mungkin saja. Namun, kata Aviliani, mereka cenderung memilih usaha yang mudah seperti franchise dan cenderung memiliki kreativitas rendah.
Menurut Joseph Schumeter, Entrepreneur atau wirausaha adalah orang yang mendobrak system ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Dalam definisi ini ditekankan bahwa seorang wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut.
Menjadi seorang wirausaha, bisa dikatakan gampang – gampang susah, tetapi niat dan keinginan menjadi seorang wirausahawan haruslah diasah dan perlu dicoba. Mampu memotivasi diri yang baik menuju sukses dalam bisnis, kewirausahaan dan kerja merupakan impian banyak orang. Namun semua usaha apapun ketika berangkat dari ketidaktahuan, maka nilai efektifitas menuju terwujudnya sebuah kesuksesan sangat kecil. Peluang sukses akan rendah.
Namun sebelumnya, tidak ada salahnya bila kita melihat gambaran umum terlebih dahulu mengapa pergaulan yang luas diperlukan untuk menjadi wirausahawan.
Kita perlu mampu mengenal potensi diri kita sejak awal, sehingga banyak terjadi dan kita dengar, seseorang dengan usaha yang minimalis dan sederhana namun begitu cepat menjadi sukses dalam bisnisnya, kerjanya, dan wirausahanya.
Mengenali diri merupakan modal dan kekuatan, terutama kekuatan untuk membangun kekuatan berikutnya menuju sukses menangkap peluang bisnis, peluang kerja, peluang sukses, peluang peningkatan reputasi.
Secara umum tipe kepribadian manusia menurut Psikolog dari Amerika yang terkenal dengan JL Holland dapat dibedakan dengan 6 macam:
a. Tipe Kepribadian Konvensional
Ciri ciri dari kepribadian konvensional adalah bersikat hati-hati, mengikuti arus, metodis, efisien, cermat, tidak fleksibel, pemalu, tidak mau menonjolkan diri, patuh, teratur, tekun, praktis, cermat, sopan, dan tidak imajinatif.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe konvensional adalah : resepsionis, sekretaris, klerek, operator komputer atau akuntan.
b. Tipe Kepribadian Sosial
Ciri-ciri kepribadian konvensional adalah: menyukai orang, menikmati pergaulan, ramah, dermawan, suka menolong, baik hati, mudah berempati, persuasif, sabar, suka bekerja sama, bertanggungjawab bijaksana, dan hangat.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah: Guru, ibu rumah tangga, atau konsultan manajemen.
c. Tipe Kepribadian Investigative
Ciri-ciri Kepribadian investigative adalah rasional, analitis, kompleks, selalu ingin tahu, teliti, senang menyendiri, isntrospektif, pemalu, penuh kehati-hatian, tidak terburu-buru, tidak terbawa emosi, dan tidak terlalu disukai orang.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini: ilmuwan, dokter, penerjemah, surveyor, peneliti, atau dosen.
d. Tipe Kepribadian Artisitik
Ciri-ciri Tipe Kepribadian artisitik adalah tidak rapi, emosional, impulsive, tiakpraktis, mandiri, instrospektif, imajinatif, orisional, tidak senang, mengikuti arus, intuitif, peka, terbuka, dan disukai banyak orang.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah: penulis, musisi, jurnalis, seniman, disainer, actor, atau kritikus seni.
e. Tipe Kepribadian Realistis
Ciri-ciri kepribadian realistis adalah tidak suka omong kosong, tidak suka mengumbar janji atau kata-kata, keras kepala, materialistis, praktis, menjauhi diri dari pergaulan social, sedikit bergaul, bersikap wajar tidak dibuat-buat, berterus terang, cenderung mengikuti arus, fleksibel, tekun, dan cermat.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini antara lain : sopir, pilot, mekanik, juru masak, atau petani.
f. Tipe Kepribadian Pengusaha
Ciri-ciri tipe kepribadian pengusaha adalah gigih, ambisius, menyenangkan, mendominasi, menyukai petualangan, suka coba-coba, terkadang bertindak berlebihan, suka berbicara, penuh rasa percaya diri, sangat optimis, dan siap mencoba apapun.
Pekerjaan yang cocok untuk kepribadian ini adalah : penjual, eksekutif, manajer, atau wiraswasta/wirausahawan.
Menjadi seorang wirausaha, bisa dikatakan gampang – gampang susah, tetapi niat dan keinginan menjadi seorang wirausahawan haruslah diasah dan perlu dicoba. Mampu memotivasi diri yang baik menuju sukses dalam bisnis, kewirausahaan dan kerja merupakan impian banyak orang. Namun semua usaha apapun ketika berangkat dari ketidaktahuan, maka nilai efektifitas menuju terwujudnya sebuah kesuksesan sangat kecil. Peluang sukses akan rendah.
beberapa cara sukses menjadi wirausahawan secara umum, antara lain:
* Percaya Diri
Seorang pengusaha harus dapat memiliki percaya diri, artinya begini, sifat percaya diri seseorang tentunya membawa seseorang pada pergaulan yang lebih luas, namun bukan berarti bebas. Seseorang pengusaha harus bisa menjalin pergaulan yang lebih luas yang nantinya dapat dijadikan pasar untuk usaha yang dijalaninya.
* Berorientasi pada Tugas dan Hasil
Seorang pengusaha harus konsisten terhadap usaha yang dijalaninya dan tentu saja sudah mempertimbangkan matang-matang tentang hasil yang akan diperoleh nantinya.
* Kepemimpinan
Setiap manusia mempunyai jiwa kepemimpinan, namun bagaimana sifat itu dipupuk semenjak kita masih kecil hingga terbentuk jiwa yang tangguh dan dapat memberikan pengaruh diamanapun ia berada. Sifat inilah yang harus dimiliki seorang pengusaha, karena yang akan ia bangun nantinya adalah lapangan pekerjaan, siafat ini sangat cocok untuk memanage lapangan pekerjaan yang dibangun agar menjadi solid.
* Keorisinilan
Tidak semua orang mempunyai keorisinilan. Maksud dari orisinil disini adalah sifat yang inovatif, artinya seorang pengusaha harus bisa memunculkan ide-ide baru untuk sebuah wirausaha yang akan dijalaninya.
* Berorientasi ke Masa Depan
Seorang pengusaha tentunya sudah mempunyai langkah-langkah tertentu untuk mencapai kesuksesan. Harus dapat melihat sudut pandang terhadap usaha yang ia jalani, dan mempunyai gambaran terhadap prospek akan usaha yang ia jalani.
ada delapan anak tangga yang meliputi keberhasilan seorang wirausahawan dalam mengembangkan profesinya, yaitu:
* Kerja keras
Kerja keras merupakan modal keberhasilan seorang wirausaha. Setiap pengusaha yang sukses menempuh kerja keras yang sungguh-sungguh dalam usahanya.
* Kerjasama dengan orang lain
Kerjasama dengan orang lain dapat diwujudkan dalam lingkungan pergaulan sebagai langkah pertama untuk mengembangkan usaha. Seorang wirausaha harus murah hati, mudah bergaul, ramah dan disenangi masyarakat dan menghindari perbuatan yang merugikan orang lain.
* Penampilan yang baik
Penampilan yang baik ditekankan pada penampilan perilaku yang jujur dan disiplin.
* Yakin
Seorang wirausaha harus dapat yakin kepada diri sendiri, yaitu keyakinan untuk maju dan dilandasi ketekunan serta kesabaran.
* Pandai membuat keputusan
Seorang wirausaha harus dapat membuat keputusan. Jika dihadapkan pada alternatif sulit, dengan cara pertimbangan yang matang, jangan ragu – ragu dalam mengambil keputusan yang baik sesuai dengan keyakinan.
* Mau menambah Ilmu pengetahuan
Dengan menambah ilmu pengetahuan, terutama di bidang usaha, diharapkan seorang wirausaha dapat mendukung kemampuan dan kemajuan dalam usaha
* Ambisi untuk maju
Tanpa ambisi yang kuat, seorang wirausaha tidak akan dapat mencapai keberhasilan. Ambisi yang kuat, harus diimbangi dengan usaha yang keras dan disiplin diri yang baik.
* Pandai berkomunikasi
Seorang wirausaha harus dapat menarik orang lain dengan tutur kata yang baik, sopan, jujur dan percaya diri. Dengan demikian akan memberi kesan kepada orang lain menjadi tertarik daan orang akan percaya dengan apa yang disampaikan.
Ada beberapa langkah untuk memperkecil potensi kerugian sebelum memulai usaha kecil menengah :
1. PENETUAN JENIS USAHA
Pilih jenis usaha yang didasarkan pada hoby atau kesenangan, kalau mengalami kendala kalo sudah hoby ya biasanya lebih tekun karena dasarnya cinta/senang. Selain itu perlu didukung ilmu dan keahlian. Berwirausaha ibarat main game, Uang adalah : SKOR, yang penting kemahiran bermain. Semakin mahir..ya SKOR akan makin tinggi.
2. BUAT PERENCANAAN
Biasanya konsep usaha yang tidak jelas berdampak pada pembengkakan atau pemborosan. Rencana ini mencakup : pilihan produk/jasa yang akan dijual, lokasi usaha dan apa saja kebutuhannya. Tentukan modal dan mangement keuangannya. Jadi harus mengetahui alur produksi usaha tersebut.
3. LAKUKAN SURVEY
Survey bertujuan untuk mendapat kebutuhan usaha yang paling tepat, murah dan effisien. Yang perlu di survey antara lain : lokasi usaha, segment pasarnya dan pesaing usaha.
4. BELANJA SESUAI RENCANA
Gunakan pedoman sesuai dengan rencana modal. Jangan beli peralatan yang mahal diawal, hal ini untuk membentuk podasi keuangan yang kuat dulu di tujuan awal bisnis. Sehingga resiko rugi besar juga bisa di tekan.
5. PERHATIKAN
Apa itu 4 P : Product, Price, Place dan Promotion. Untuk product upayakan yang unik, aneh dan orang tertarik dan membeli product tersebut. Product harus berkualitas dan harga bersaing.
Ingat jangan latah meniru atau ikut – ikutan usaha orang lain yg sudah jalan/sukses, semua orang banyak berorientasi pada uang tanpa memikirkan kecintaan, keahlian dan pengalaman. Orang hanya berfikir SKOR, tidak memikirkan keahlian bermainnya. Jadi hindari jenis usaha yang sudah banyak di ambil orang sehingga potensi kegagalannya kecil.
2. Seorang wirausaha manajer atau pemimpin?
Apa yang membuat seorang manajer kewirausahaan?
Seorang manajer wirausaha yang sukses memiliki tiga atribut kunci:
1.Kemampuan untuk melihat peluang bisnis baru sebelum mereka jelas bagi orang lain dan berkomunikasi dan pasar ide-ide ini kepada para pemangku kepentingan kunci dalam perusahaan
2.Kemampuan untuk memobilisasi tim terbaik untuk mengembangkan peluang tersebut
3.Kemampuan untuk memimpin tim proyek dengan cara, inspirasi non-hirarkis
kemampuan tersebut jelas tergantung pada kemampuan individu dan kekuatan. Namun, bahkan manajer kewirausahaan paling berbakat dapat dibatasi, dan bahkan menahan, oleh sistem organisasi, struktur, dan budaya.
Sayangnya, proses perencanaan yang paling dalam organisasi besar cenderung untuk berfokus pada penganggaran dimuliakan daripada homing in pada peluang baru. Manajer sering begitu meregang bahwa mereka hanya tidak punya waktu untuk apapun selain hari-hari menjalankan organisasi dan fokus pada bottom line jangka pendek.
Manajer juga lebih sering mendorong ke arah - dan dihargai untuk - penyelarasan dan eksekusi daripada mencari kesempatan baru dan sementara CEO mungkin berbicara tentang pertumbuhan dan berpikir strategis, pada kenyataannya ia hanya dapat mengejar jalan "melindungi dan memperpanjang" dan "lebih sama". Ini salah pertandingan antara kata dan tindakan dapat menggagalkan orang yang memiliki ide-ide baru.
Orang-orang yang paling tepat dari seluruh perusahaan harus dibawa bersama-sama untuk mengembangkan peluang baru. Namun dalam besar, organisasi multinasional, manajer pengusaha mungkin tidak memiliki cukup pengalaman dalam perusahaan secara keseluruhan untuk mengidentifikasi orang-orang ini. Untuk mendorong manajer kewirausahaan, organisasi perlu melibatkan SDM dalam proses untuk pengusaha pengantin pria melalui rotasi pekerjaan.
Tetapi bahkan jika orang yang tepat diidentifikasi, akan mereka bersedia bergabung dengan tim?Insentif sangat penting jika suatu organisasi adalah meminta orang untuk melangkah keluar dari "daerah aman" mereka ke sebuah proyek berisiko yang mungkin gagal. Para anggota tim juga akan membutuhkan beberapa kebebasan dari pekerjaan rutin mereka jika mereka mencurahkan waktu yang cukup untuk proyeksi. Isu tersebut adalah tidak selalu mudah dibahas dalam struktur organisasi yang ada dan sistem penghargaan.
Seorang manajer kewirausahaan jelas perlu pemimpin inspirasi - dan juga mampu tanpa henti mengejar ide nya hingga mencapai hasil. Hal ini dapat memerlukan sejumlah besar semangat dan komitmen: Nestlé Nespresso sistem, misalnya, mengambil 17 tahun hanya untuk mencapai titik impas.
A Sebuah kendala utama di sini adalah bahwa karakteristik kewirausahaan sering bertentangan dengan budaya perusahaan. Mereka harus diperbolehkan untuk mengambil risiko dan membuat keputusan yang cepat - dua hal yang tradisional, struktur organisasi hirarkis mungkin benci. Pengusaha juga perlu kepercayaan diri, ego, kreativitas dan tekad untuk mendorong visi mereka ke depan, tetapi organisasi biasanya lebih memilih orang yang lebih konformis.
Manajer kewirausahaan mungkin harus ditahan di berbagai tahapan dalam mengembangkan ide inovatif. Di sinilah sponsor menjadi sangat penting. Mereka berfungsi sebagai penghubung antara manajer kewirausahaan dan manajemen senior.
Sponsor ideal adalah seseorang dari manajemen menengah atau atas. Orang seperti itu bisa dipindahkan ke peran sponsor, baik secara internal maupun sebagai penasihat eksternal, dengan kewenangan untuk mencari manajer kewirausahaan, mendukung mereka dan lobi untuk mereka. Peran ini tidak mudah, tetapi sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang mendorong dan memungkinkan kewirausahaan.
Banyak perusahaan Jepang yang telah melakukan hal ini - berbeda dengan orang-orang di Barat, di mana orang yang berharga dengan pengalaman bertahun-tahun sering hilang dalam proses bergerak menaiki tangga manajemen.
Ada satu hal terakhir yang dibutuhkan organisasi alamat jika mereka ingin mengembangkan kewirausahaan manajer-hadiah. struktur HR seringkali tidak memungkinkan para manajer kewirausahaan untuk secara tepat dihargai. Selain itu, sementara mereka tidak perlu khawatir dengan tingkat remunerasi, mereka cenderung sangat peka terhadap keadilan nyata. Kunci di sini adalah dialog antara pengusaha dan manajemen senior, untuk memastikan bahwa pengusaha merasa tepat diakui.
Profesor Lorange adalah Strategi dan mengajarkan pada Dewan Program. Profesor Chakravarthy adalah Direktur Manajemen Puncak Dilema Menguasai program.
jadi menurut saya wirausaha itu adalah seorang manajer
Kelas : 2DD03
NPM : 31209404
Mata Kul : Kewirausahaan
Dosen : Joko Utomo
1. Wirausaha sukses berdasarkan psikologi dan bisnis!
Inovasi dan kreativitas menjadi modal penting dalam membangun kewirausahaan. Selain itu, juga ketahanan mental yang membuat wirausahawan bertahan dalam berbagai kondisi usahanya.Generasi wirausaha yang kreatif dan berani tampil dengan brand inovatif akan dimiliki Indonesia, jika wirausaha ditanamkan pada anak usia 0-7 tahun."Entrepreneurship perlu masuk dalam kurikulum seperti yang dilakukan sekolah internasional yang ada di Indonesia. Program business day di sekolah internasional ini mengajarkan anak untuk kreatif. Anak berpikir mengenai apa yang mau dijual. Hal kecil seperti ini melatih anak untuk berpikir kreatif dan berinovasi," jelas pengamat ekonomi, Aviliani, saat peluncuran program reality show kompetisi wirausaha Diplomat Success Challenge, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Pengetahuan yang didapat pada usia ini akan diterima anak 80 persen. Jika sudah melebihi usia tujuh tahun, yang diandalkan hanyalah bakatnya, tambah Aviliani. Wirausahawan yang sukses dilatari oleh sikap mental, kreativitas, dan inovasi yang telah terlatih sejak kecil.Siapa pun bisa menjadi wirausahawan, tetapi tingkat keberhasilannya dipengaruhi daya inovasi dan kreasi dalam diri. Seperti karyawan yang ingin beralih profesi menjadi pebisnis contohnya, hal ini mungkin saja. Namun, kata Aviliani, mereka cenderung memilih usaha yang mudah seperti franchise dan cenderung memiliki kreativitas rendah.
Menurut Joseph Schumeter, Entrepreneur atau wirausaha adalah orang yang mendobrak system ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Dalam definisi ini ditekankan bahwa seorang wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut.
Menjadi seorang wirausaha, bisa dikatakan gampang – gampang susah, tetapi niat dan keinginan menjadi seorang wirausahawan haruslah diasah dan perlu dicoba. Mampu memotivasi diri yang baik menuju sukses dalam bisnis, kewirausahaan dan kerja merupakan impian banyak orang. Namun semua usaha apapun ketika berangkat dari ketidaktahuan, maka nilai efektifitas menuju terwujudnya sebuah kesuksesan sangat kecil. Peluang sukses akan rendah.
Namun sebelumnya, tidak ada salahnya bila kita melihat gambaran umum terlebih dahulu mengapa pergaulan yang luas diperlukan untuk menjadi wirausahawan.
Kita perlu mampu mengenal potensi diri kita sejak awal, sehingga banyak terjadi dan kita dengar, seseorang dengan usaha yang minimalis dan sederhana namun begitu cepat menjadi sukses dalam bisnisnya, kerjanya, dan wirausahanya.
Mengenali diri merupakan modal dan kekuatan, terutama kekuatan untuk membangun kekuatan berikutnya menuju sukses menangkap peluang bisnis, peluang kerja, peluang sukses, peluang peningkatan reputasi.
Secara umum tipe kepribadian manusia menurut Psikolog dari Amerika yang terkenal dengan JL Holland dapat dibedakan dengan 6 macam:
a. Tipe Kepribadian Konvensional
Ciri ciri dari kepribadian konvensional adalah bersikat hati-hati, mengikuti arus, metodis, efisien, cermat, tidak fleksibel, pemalu, tidak mau menonjolkan diri, patuh, teratur, tekun, praktis, cermat, sopan, dan tidak imajinatif.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe konvensional adalah : resepsionis, sekretaris, klerek, operator komputer atau akuntan.
b. Tipe Kepribadian Sosial
Ciri-ciri kepribadian konvensional adalah: menyukai orang, menikmati pergaulan, ramah, dermawan, suka menolong, baik hati, mudah berempati, persuasif, sabar, suka bekerja sama, bertanggungjawab bijaksana, dan hangat.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah: Guru, ibu rumah tangga, atau konsultan manajemen.
c. Tipe Kepribadian Investigative
Ciri-ciri Kepribadian investigative adalah rasional, analitis, kompleks, selalu ingin tahu, teliti, senang menyendiri, isntrospektif, pemalu, penuh kehati-hatian, tidak terburu-buru, tidak terbawa emosi, dan tidak terlalu disukai orang.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini: ilmuwan, dokter, penerjemah, surveyor, peneliti, atau dosen.
d. Tipe Kepribadian Artisitik
Ciri-ciri Tipe Kepribadian artisitik adalah tidak rapi, emosional, impulsive, tiakpraktis, mandiri, instrospektif, imajinatif, orisional, tidak senang, mengikuti arus, intuitif, peka, terbuka, dan disukai banyak orang.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah: penulis, musisi, jurnalis, seniman, disainer, actor, atau kritikus seni.
e. Tipe Kepribadian Realistis
Ciri-ciri kepribadian realistis adalah tidak suka omong kosong, tidak suka mengumbar janji atau kata-kata, keras kepala, materialistis, praktis, menjauhi diri dari pergaulan social, sedikit bergaul, bersikap wajar tidak dibuat-buat, berterus terang, cenderung mengikuti arus, fleksibel, tekun, dan cermat.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini antara lain : sopir, pilot, mekanik, juru masak, atau petani.
f. Tipe Kepribadian Pengusaha
Ciri-ciri tipe kepribadian pengusaha adalah gigih, ambisius, menyenangkan, mendominasi, menyukai petualangan, suka coba-coba, terkadang bertindak berlebihan, suka berbicara, penuh rasa percaya diri, sangat optimis, dan siap mencoba apapun.
Pekerjaan yang cocok untuk kepribadian ini adalah : penjual, eksekutif, manajer, atau wiraswasta/wirausahawan.
Menjadi seorang wirausaha, bisa dikatakan gampang – gampang susah, tetapi niat dan keinginan menjadi seorang wirausahawan haruslah diasah dan perlu dicoba. Mampu memotivasi diri yang baik menuju sukses dalam bisnis, kewirausahaan dan kerja merupakan impian banyak orang. Namun semua usaha apapun ketika berangkat dari ketidaktahuan, maka nilai efektifitas menuju terwujudnya sebuah kesuksesan sangat kecil. Peluang sukses akan rendah.
beberapa cara sukses menjadi wirausahawan secara umum, antara lain:
* Percaya Diri
Seorang pengusaha harus dapat memiliki percaya diri, artinya begini, sifat percaya diri seseorang tentunya membawa seseorang pada pergaulan yang lebih luas, namun bukan berarti bebas. Seseorang pengusaha harus bisa menjalin pergaulan yang lebih luas yang nantinya dapat dijadikan pasar untuk usaha yang dijalaninya.
* Berorientasi pada Tugas dan Hasil
Seorang pengusaha harus konsisten terhadap usaha yang dijalaninya dan tentu saja sudah mempertimbangkan matang-matang tentang hasil yang akan diperoleh nantinya.
* Kepemimpinan
Setiap manusia mempunyai jiwa kepemimpinan, namun bagaimana sifat itu dipupuk semenjak kita masih kecil hingga terbentuk jiwa yang tangguh dan dapat memberikan pengaruh diamanapun ia berada. Sifat inilah yang harus dimiliki seorang pengusaha, karena yang akan ia bangun nantinya adalah lapangan pekerjaan, siafat ini sangat cocok untuk memanage lapangan pekerjaan yang dibangun agar menjadi solid.
* Keorisinilan
Tidak semua orang mempunyai keorisinilan. Maksud dari orisinil disini adalah sifat yang inovatif, artinya seorang pengusaha harus bisa memunculkan ide-ide baru untuk sebuah wirausaha yang akan dijalaninya.
* Berorientasi ke Masa Depan
Seorang pengusaha tentunya sudah mempunyai langkah-langkah tertentu untuk mencapai kesuksesan. Harus dapat melihat sudut pandang terhadap usaha yang ia jalani, dan mempunyai gambaran terhadap prospek akan usaha yang ia jalani.
ada delapan anak tangga yang meliputi keberhasilan seorang wirausahawan dalam mengembangkan profesinya, yaitu:
* Kerja keras
Kerja keras merupakan modal keberhasilan seorang wirausaha. Setiap pengusaha yang sukses menempuh kerja keras yang sungguh-sungguh dalam usahanya.
* Kerjasama dengan orang lain
Kerjasama dengan orang lain dapat diwujudkan dalam lingkungan pergaulan sebagai langkah pertama untuk mengembangkan usaha. Seorang wirausaha harus murah hati, mudah bergaul, ramah dan disenangi masyarakat dan menghindari perbuatan yang merugikan orang lain.
* Penampilan yang baik
Penampilan yang baik ditekankan pada penampilan perilaku yang jujur dan disiplin.
* Yakin
Seorang wirausaha harus dapat yakin kepada diri sendiri, yaitu keyakinan untuk maju dan dilandasi ketekunan serta kesabaran.
* Pandai membuat keputusan
Seorang wirausaha harus dapat membuat keputusan. Jika dihadapkan pada alternatif sulit, dengan cara pertimbangan yang matang, jangan ragu – ragu dalam mengambil keputusan yang baik sesuai dengan keyakinan.
* Mau menambah Ilmu pengetahuan
Dengan menambah ilmu pengetahuan, terutama di bidang usaha, diharapkan seorang wirausaha dapat mendukung kemampuan dan kemajuan dalam usaha
* Ambisi untuk maju
Tanpa ambisi yang kuat, seorang wirausaha tidak akan dapat mencapai keberhasilan. Ambisi yang kuat, harus diimbangi dengan usaha yang keras dan disiplin diri yang baik.
* Pandai berkomunikasi
Seorang wirausaha harus dapat menarik orang lain dengan tutur kata yang baik, sopan, jujur dan percaya diri. Dengan demikian akan memberi kesan kepada orang lain menjadi tertarik daan orang akan percaya dengan apa yang disampaikan.
Ada beberapa langkah untuk memperkecil potensi kerugian sebelum memulai usaha kecil menengah :
1. PENETUAN JENIS USAHA
Pilih jenis usaha yang didasarkan pada hoby atau kesenangan, kalau mengalami kendala kalo sudah hoby ya biasanya lebih tekun karena dasarnya cinta/senang. Selain itu perlu didukung ilmu dan keahlian. Berwirausaha ibarat main game, Uang adalah : SKOR, yang penting kemahiran bermain. Semakin mahir..ya SKOR akan makin tinggi.
2. BUAT PERENCANAAN
Biasanya konsep usaha yang tidak jelas berdampak pada pembengkakan atau pemborosan. Rencana ini mencakup : pilihan produk/jasa yang akan dijual, lokasi usaha dan apa saja kebutuhannya. Tentukan modal dan mangement keuangannya. Jadi harus mengetahui alur produksi usaha tersebut.
3. LAKUKAN SURVEY
Survey bertujuan untuk mendapat kebutuhan usaha yang paling tepat, murah dan effisien. Yang perlu di survey antara lain : lokasi usaha, segment pasarnya dan pesaing usaha.
4. BELANJA SESUAI RENCANA
Gunakan pedoman sesuai dengan rencana modal. Jangan beli peralatan yang mahal diawal, hal ini untuk membentuk podasi keuangan yang kuat dulu di tujuan awal bisnis. Sehingga resiko rugi besar juga bisa di tekan.
5. PERHATIKAN
Apa itu 4 P : Product, Price, Place dan Promotion. Untuk product upayakan yang unik, aneh dan orang tertarik dan membeli product tersebut. Product harus berkualitas dan harga bersaing.
Ingat jangan latah meniru atau ikut – ikutan usaha orang lain yg sudah jalan/sukses, semua orang banyak berorientasi pada uang tanpa memikirkan kecintaan, keahlian dan pengalaman. Orang hanya berfikir SKOR, tidak memikirkan keahlian bermainnya. Jadi hindari jenis usaha yang sudah banyak di ambil orang sehingga potensi kegagalannya kecil.
2. Seorang wirausaha manajer atau pemimpin?
Apa yang membuat seorang manajer kewirausahaan?
Seorang manajer wirausaha yang sukses memiliki tiga atribut kunci:
1.Kemampuan untuk melihat peluang bisnis baru sebelum mereka jelas bagi orang lain dan berkomunikasi dan pasar ide-ide ini kepada para pemangku kepentingan kunci dalam perusahaan
2.Kemampuan untuk memobilisasi tim terbaik untuk mengembangkan peluang tersebut
3.Kemampuan untuk memimpin tim proyek dengan cara, inspirasi non-hirarkis
kemampuan tersebut jelas tergantung pada kemampuan individu dan kekuatan. Namun, bahkan manajer kewirausahaan paling berbakat dapat dibatasi, dan bahkan menahan, oleh sistem organisasi, struktur, dan budaya.
Sayangnya, proses perencanaan yang paling dalam organisasi besar cenderung untuk berfokus pada penganggaran dimuliakan daripada homing in pada peluang baru. Manajer sering begitu meregang bahwa mereka hanya tidak punya waktu untuk apapun selain hari-hari menjalankan organisasi dan fokus pada bottom line jangka pendek.
Manajer juga lebih sering mendorong ke arah - dan dihargai untuk - penyelarasan dan eksekusi daripada mencari kesempatan baru dan sementara CEO mungkin berbicara tentang pertumbuhan dan berpikir strategis, pada kenyataannya ia hanya dapat mengejar jalan "melindungi dan memperpanjang" dan "lebih sama". Ini salah pertandingan antara kata dan tindakan dapat menggagalkan orang yang memiliki ide-ide baru.
Orang-orang yang paling tepat dari seluruh perusahaan harus dibawa bersama-sama untuk mengembangkan peluang baru. Namun dalam besar, organisasi multinasional, manajer pengusaha mungkin tidak memiliki cukup pengalaman dalam perusahaan secara keseluruhan untuk mengidentifikasi orang-orang ini. Untuk mendorong manajer kewirausahaan, organisasi perlu melibatkan SDM dalam proses untuk pengusaha pengantin pria melalui rotasi pekerjaan.
Tetapi bahkan jika orang yang tepat diidentifikasi, akan mereka bersedia bergabung dengan tim?Insentif sangat penting jika suatu organisasi adalah meminta orang untuk melangkah keluar dari "daerah aman" mereka ke sebuah proyek berisiko yang mungkin gagal. Para anggota tim juga akan membutuhkan beberapa kebebasan dari pekerjaan rutin mereka jika mereka mencurahkan waktu yang cukup untuk proyeksi. Isu tersebut adalah tidak selalu mudah dibahas dalam struktur organisasi yang ada dan sistem penghargaan.
Seorang manajer kewirausahaan jelas perlu pemimpin inspirasi - dan juga mampu tanpa henti mengejar ide nya hingga mencapai hasil. Hal ini dapat memerlukan sejumlah besar semangat dan komitmen: Nestlé Nespresso sistem, misalnya, mengambil 17 tahun hanya untuk mencapai titik impas.
A Sebuah kendala utama di sini adalah bahwa karakteristik kewirausahaan sering bertentangan dengan budaya perusahaan. Mereka harus diperbolehkan untuk mengambil risiko dan membuat keputusan yang cepat - dua hal yang tradisional, struktur organisasi hirarkis mungkin benci. Pengusaha juga perlu kepercayaan diri, ego, kreativitas dan tekad untuk mendorong visi mereka ke depan, tetapi organisasi biasanya lebih memilih orang yang lebih konformis.
Manajer kewirausahaan mungkin harus ditahan di berbagai tahapan dalam mengembangkan ide inovatif. Di sinilah sponsor menjadi sangat penting. Mereka berfungsi sebagai penghubung antara manajer kewirausahaan dan manajemen senior.
Sponsor ideal adalah seseorang dari manajemen menengah atau atas. Orang seperti itu bisa dipindahkan ke peran sponsor, baik secara internal maupun sebagai penasihat eksternal, dengan kewenangan untuk mencari manajer kewirausahaan, mendukung mereka dan lobi untuk mereka. Peran ini tidak mudah, tetapi sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang mendorong dan memungkinkan kewirausahaan.
Banyak perusahaan Jepang yang telah melakukan hal ini - berbeda dengan orang-orang di Barat, di mana orang yang berharga dengan pengalaman bertahun-tahun sering hilang dalam proses bergerak menaiki tangga manajemen.
Ada satu hal terakhir yang dibutuhkan organisasi alamat jika mereka ingin mengembangkan kewirausahaan manajer-hadiah. struktur HR seringkali tidak memungkinkan para manajer kewirausahaan untuk secara tepat dihargai. Selain itu, sementara mereka tidak perlu khawatir dengan tingkat remunerasi, mereka cenderung sangat peka terhadap keadilan nyata. Kunci di sini adalah dialog antara pengusaha dan manajemen senior, untuk memastikan bahwa pengusaha merasa tepat diakui.
Profesor Lorange adalah Strategi dan mengajarkan pada Dewan Program. Profesor Chakravarthy adalah Direktur Manajemen Puncak Dilema Menguasai program.
jadi menurut saya wirausaha itu adalah seorang manajer
Selasa, 19 Oktober 2010
Berwirausaha sukses berdasarkanpsikologi dan bisnis
Nama : Nurul Kartika Pradini
NPM : 31209404
Kelas : 2DD03
Mata Kuliah : Kewirausahaan
Dosen : Joko Utomo
PERGAULAN MENUJU SUKSES DALAM KEWIRAUSAHAAN
Menurut Joseph Schumeter, Entrepreneur atau wirausaha adalah orang yang mendobrak system ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Dalam definisi ini ditekankan bahwa seorang wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut.
Menjadi seorang wirausaha, bisa dikatakan gampang – gampang susah, tetapi niat dan keinginan menjadi seorang wirausahawan haruslah diasah dan perlu dicoba. Mampu memotivasi diri yang baik menuju sukses dalam bisnis, kewirausahaan dan kerja merupakan impian banyak orang. Namun semua usaha apapun ketika berangkat dari ketidaktahuan, maka nilai efektifitas menuju terwujudnya sebuah kesuksesan sangat kecil. Peluang sukses akan rendah.
Di dalam makalah ini akan dijelaskan betapa pentingnya memperluas pergaulan untuk menjadi seorang wirausahawan. Hal ini mampu dilakukan dengan menambah pergaulan, menjalin sebanyak mungkin teman, sahabat dan orang baru di sekitar kita. Dari network pergaulan kita, akan terbuka peluang yang bagus untuk berkaca diri, membuka diri dan melihat potensi diri yang bisa anda pupuk dan kembangkan.
Namun sebelumnya, tidak ada salahnya bila kita melihat gambaran umum terlebih dahulu mengapa pergaulan yang luas diperlukan untuk menjadi wirausahawan. Di bawah ini akan dijelaskan pentingnya bagi seseorang yang ingin manjadi wirausahawan untuk mengenali potensi dalam dirinya dan kita akan ketahui apa hubungannya dengan pembahasan makalah ini yakni pergaulan dalam kewirausahaan.
Kita perlu mampu mengenal potensi diri kita sejak awal, sehingga banyak terjadi dan kita dengar, seseorang dengan usaha yang minimalis dan sederhana namun begitu cepat menjadi sukses dalam bisnisnya, kerjanya, dan wirausahanya.
Mengenali diri merupakan modal dan kekuatan, terutama kekuatan untuk membangun kekuatan berikutnya menuju sukses menangkap peluang bisnis, peluang kerja, peluang sukses, peluang peningkatan reputasi.
Secara umum dan singkat tipe kepribadian manusia menurut Psikolog dari Amerika yang terkenal dengan JL Holland dapat dibedakan dengan 6 macam:
a. Tipe Kepribadian Konvensional
Ciri ciri dari kepribadian konvensional adalah bersikat hati-hati, mengikuti arus, metodis, efisien, cermat, tidak fleksibel, pemalu, tidak mau menonjolkan diri, patuh, teratur, tekun, praktis, cermat, sopan, dan tidak imajinatif.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe konvensional adalah : resepsionis, sekretaris, klerek, operator komputer atau akuntan.
b. Tipe Kepribadian Sosial
Ciri-ciri kepribadian konvensional adalah: menyukai orang, menikmati pergaulan, ramah, dermawan, suka menolong, baik hati, mudah berempati, persuasif, sabar, suka bekerja sama, bertanggungjawab bijaksana, dan hangat.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah: Guru, ibu rumah tangga, atau konsultan manajemen.
c. Tipe Kepribadian Investigative
Ciri-ciri Kepribadian investigative adalah rasional, analitis, kompleks, selalu ingin tahu, teliti, senang menyendiri, isntrospektif, pemalu, penuh kehati-hatian, tidak terburu-buru, tidak terbawa emosi, dan tidak terlalu disukai orang.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini: ilmuwan, dokter, penerjemah, surveyor, peneliti, atau dosen.
d. Tipe Kepribadian Artisitik
Ciri-ciri Tipe Kepribadian artisitik adalah tidak rapi, emosional, impulsive, tiakpraktis, mandiri, instrospektif, imajinatif, orisional, tidak senang, mengikuti arus, intuitif, peka, terbuka, dan disukai banyak orang.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah: penulis, musisi, jurnalis, seniman, disainer, actor, atau kritikus seni.
e. Tipe Kepribadian Realistis
Ciri-ciri kepribadian realistis adalah tidak suka omong kosong, tidak suka mengumbar janji atau kata-kata, keras kepala, materialistis, praktis, menjauhi diri dari pergaulan social, sedikit bergaul, bersikap wajar tidak dibuat-buat, berterus terang, cenderung mengikuti arus, fleksibel, tekun, dan cermat.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini antara lain : sopir, pilot, mekanik, juru masak, atau petani.
f. Tipe Kepribadian Pengusaha
Ciri-ciri tipe kepribadian pengusaha adalah gigih, ambisius, menyenangkan, mendominasi, menyukai petualangan, suka coba-coba, terkadang bertindak berlebihan, suka berbicara, penuh rasa percaya diri, sangat optimis, dan siap mencoba apapun.
Pekerjaan yang cocok untuk kepribadian ini adalah : penjual, eksekutif, manajer, atau wiraswasta/wirausahawan.
Telah dipaparkan bahwa seorang wirausahawan merupakan pekerjaan yang cocok bagi pribadi yang gigih, ambisius, menyenangkan, mendominasi, menyukai petualangan, suka coba-coba, terkadang bertindak berlebihan, suka berbicara, penuh rasa percaya diri, sangat optimis, dan siap mencoba apapun. Bila kita telaah dalam keterampilan komunikasinya, maka berdasarkan hal tersebut, seorang wirausahawan perlu memiliki keterampilan dalam berkomunikasi interpersonal atau yang biasa disebut dengan kemampuan “bergaul”.
Selain paparan di atas yakni mengenai potensi diri yang penting dikenali oleh seseorang yang ingin menjadi seorang wirausahawan, berikut ini pula beberapa cara sukses menjadi wirausahawan secara umum, antara lain:
* Percaya Diri
Seorang pengusaha harus dapat memiliki percaya diri, artinya begini, sifat percaya diri seseorang tentunya membawa seseorang pada pergaulan yang lebih luas, namun bukan berarti bebas. Seseorang pengusaha harus bisa menjalin pergaulan yang lebih luas yang nantinya dapat dijadikan pasar untuk usaha yang dijalaninya.
* Berorientasi pada Tugas dan Hasil
Seorang pengusaha harus konsisten terhadap usaha yang dijalaninya dan tentu saja sudah mempertimbangkan matang-matang tentang hasil yang akan diperoleh nantinya.
* Kepemimpinan
Setiap manusia mempunyai jiwa kepemimpinan, namun bagaimana sifat itu dipupuk semenjak kita masih kecil hingga terbentuk jiwa yang tangguh dan dapat memberikan pengaruh diamanapun ia berada. Sifat inilah yang harus dimiliki seorang pengusaha, karena yang akan ia bangun nantinya adalah lapangan pekerjaan, siafat ini sangat cocok untuk memanage lapangan pekerjaan yang dibangun agar menjadi solid.
* Keorisinilan
Tidak semua orang mempunyai keorisinilan. Maksud dari orisinil disini adalah sifat yang inovatif, artinya seorang pengusaha harus bisa memunculkan ide-ide baru untuk sebuah wirausaha yang akan dijalaninya.
* Berorientasi ke Masa Depan
Seorang pengusaha tentunya sudah mempunyai langkah-langkah tertentu untuk mencapai kesuksesan. Harus dapat melihat sudut pandang terhadap usaha yang ia jalani, dan mempunyai gambaran terhadap prospek akan usaha yang ia jalani.
Kembali menyoroti paparan tersebut, didapatkan pula percaya diri sebagai salah satu faktor kemampuan bergaul dalam dunia usaha sangat diperlukan. Sifat percaya diri seseorang tentunya membawa seseorang pada pergaulan yang lebih luas, namun bukan berarti bebas. Seseorang pengusaha harus bisa menjalin pergaulan yang lebih luas yang nantinya dapat dijadikan pasar untuk usaha yang dijalaninya. Bila hal ini mampu dilakukan dengan baik maka akan terus bertambah pergaulan, menjalin sebanyak mungkin teman, sahabat dan orang baru di sekitar kita.
Menurut Murphy dan Peek yang diterjemahkan dalam bukunya oleh Bukhari Alam, ada delapan anak tangga yang meliputi keberhasilan seorang wirausahawan dalam mengembangkan profesinya, yaitu:
* Kerja keras
Kerja keras merupakan modal keberhasilan seorang wirausaha. Setiap pengusaha yang sukses menempuh kerja keras yang sungguh-sungguh dalam usahanya.
* Kerjasama dengan orang lain
Kerjasama dengan orang lain dapat diwujudkan dalam lingkungan pergaulan sebagai langkah pertama untuk mengembangkan usaha. Seorang wirausaha harus murah hati, mudah bergaul, ramah dan disenangi masyarakat dan menghindari perbuatan yang merugikan orang lain.
* Penampilan yang baik
Penampilan yang baik ditekankan pada penampilan perilaku yang jujur dan disiplin.
* Yakin
Seorang wirausaha harus dapat yakin kepada diri sendiri, yaitu keyakinan untuk maju dan dilandasi ketekunan serta kesabaran.
* Pandai membuat keputusan
Seorang wirausaha harus dapat membuat keputusan. Jika dihadapkan pada alternatif sulit, dengan cara pertimbangan yang matang, jangan ragu – ragu dalam mengambil keputusan yang baik sesuai dengan keyakinan.
* Mau menambah Ilmu pengetahuan
Dengan menambah ilmu pengetahuan, terutama di bidang usaha, diharapkan seorang wirausaha dapat mendukung kemampuan dan kemajuan dalam usaha
* Ambisi untuk maju
Tanpa ambisi yang kuat, seorang wirausaha tidak akan dapat mencapai keberhasilan. Ambisi yang kuat, harus diimbangi dengan usaha yang keras dan disiplin diri yang baik.
* Pandai berkomunikasi
Seorang wirausaha harus dapat menarik orang lain dengan tutur kata yang baik, sopan, jujur dan percaya diri. Dengan demikian akan memberi kesan kepada orang lain menjadi tertarik daan orang akan percaya dengan apa yang disampaikan.
PERGAULAN MENUJU SUKSES DALAM KEWIRAUSAHAAN
Menurut Joseph Schumeter, Entrepreneur atau wirausaha adalah orang yang mendobrak system ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Dalam definisi ini ditekankan bahwa seorang wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut.
Menjadi seorang wirausaha, bisa dikatakan gampang – gampang susah, tetapi niat dan keinginan menjadi seorang wirausahawan haruslah diasah dan perlu dicoba. Mampu memotivasi diri yang baik menuju sukses dalam bisnis, kewirausahaan dan kerja merupakan impian banyak orang. Namun semua usaha apapun ketika berangkat dari ketidaktahuan, maka nilai efektifitas menuju terwujudnya sebuah kesuksesan sangat kecil. Peluang sukses akan rendah.
Di dalam makalah ini akan dijelaskan betapa pentingnya memperluas pergaulan untuk menjadi seorang wirausahawan. Hal ini mampu dilakukan dengan menambah pergaulan, menjalin sebanyak mungkin teman, sahabat dan orang baru di sekitar kita. Dari network pergaulan kita, akan terbuka peluang yang bagus untuk berkaca diri, membuka diri dan melihat potensi diri yang bisa anda pupuk dan kembangkan.
Namun sebelumnya, tidak ada salahnya bila kita melihat gambaran umum terlebih dahulu mengapa pergaulan yang luas diperlukan untuk menjadi wirausahawan. Di bawah ini akan dijelaskan pentingnya bagi seseorang yang ingin manjadi wirausahawan untuk mengenali potensi dalam dirinya dan kita akan ketahui apa hubungannya dengan pembahasan makalah ini yakni pergaulan dalam kewirausahaan.
Kita perlu mampu mengenal potensi diri kita sejak awal, sehingga banyak terjadi dan kita dengar, seseorang dengan usaha yang minimalis dan sederhana namun begitu cepat menjadi sukses dalam bisnisnya, kerjanya, dan wirausahanya.
Mengenali diri merupakan modal dan kekuatan, terutama kekuatan untuk membangun kekuatan berikutnya menuju sukses menangkap peluang bisnis, peluang kerja, peluang sukses, peluang peningkatan reputasi.
Secara umum dan singkat tipe kepribadian manusia menurut Psikolog dari Amerika yang terkenal dengan JL Holland dapat dibedakan dengan 6 macam:
a. Tipe Kepribadian Konvensional
Ciri ciri dari kepribadian konvensional adalah bersikat hati-hati, mengikuti arus, metodis, efisien, cermat, tidak fleksibel, pemalu, tidak mau menonjolkan diri, patuh, teratur, tekun, praktis, cermat, sopan, dan tidak imajinatif.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe konvensional adalah : resepsionis, sekretaris, klerek, operator komputer atau akuntan.
b. Tipe Kepribadian Sosial
Ciri-ciri kepribadian konvensional adalah: menyukai orang, menikmati pergaulan, ramah, dermawan, suka menolong, baik hati, mudah berempati, persuasif, sabar, suka bekerja sama, bertanggungjawab bijaksana, dan hangat.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah: Guru, ibu rumah tangga, atau konsultan manajemen.
c. Tipe Kepribadian Investigative
Ciri-ciri Kepribadian investigative adalah rasional, analitis, kompleks, selalu ingin tahu, teliti, senang menyendiri, isntrospektif, pemalu, penuh kehati-hatian, tidak terburu-buru, tidak terbawa emosi, dan tidak terlalu disukai orang.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini: ilmuwan, dokter, penerjemah, surveyor, peneliti, atau dosen.
d. Tipe Kepribadian Artisitik
Ciri-ciri Tipe Kepribadian artisitik adalah tidak rapi, emosional, impulsive, tiakpraktis, mandiri, instrospektif, imajinatif, orisional, tidak senang, mengikuti arus, intuitif, peka, terbuka, dan disukai banyak orang.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah: penulis, musisi, jurnalis, seniman, disainer, actor, atau kritikus seni.
e. Tipe Kepribadian Realistis
Ciri-ciri kepribadian realistis adalah tidak suka omong kosong, tidak suka mengumbar janji atau kata-kata, keras kepala, materialistis, praktis, menjauhi diri dari pergaulan social, sedikit bergaul, bersikap wajar tidak dibuat-buat, berterus terang, cenderung mengikuti arus, fleksibel, tekun, dan cermat.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini antara lain : sopir, pilot, mekanik, juru masak, atau petani.
f. Tipe Kepribadian Pengusaha
Ciri-ciri tipe kepribadian pengusaha adalah gigih, ambisius, menyenangkan, mendominasi, menyukai petualangan, suka coba-coba, terkadang bertindak berlebihan, suka berbicara, penuh rasa percaya diri, sangat optimis, dan siap mencoba apapun.
Pekerjaan yang cocok untuk kepribadian ini adalah : penjual, eksekutif, manajer, atau wiraswasta/wirausahawan.
Telah dipaparkan bahwa seorang wirausahawan merupakan pekerjaan yang cocok bagi pribadi yang gigih, ambisius, menyenangkan, mendominasi, menyukai petualangan, suka coba-coba, terkadang bertindak berlebihan, suka berbicara, penuh rasa percaya diri, sangat optimis, dan siap mencoba apapun. Bila kita telaah dalam keterampilan komunikasinya, maka berdasarkan hal tersebut, seorang wirausahawan perlu memiliki keterampilan dalam berkomunikasi interpersonal atau yang biasa disebut dengan kemampuan “bergaul”.
Selain paparan di atas yakni mengenai potensi diri yang penting dikenali oleh seseorang yang ingin menjadi seorang wirausahawan, berikut ini pula beberapa cara sukses menjadi wirausahawan secara umum, antara lain:
* Percaya Diri
Seorang pengusaha harus dapat memiliki percaya diri, artinya begini, sifat percaya diri seseorang tentunya membawa seseorang pada pergaulan yang lebih luas, namun bukan berarti bebas. Seseorang pengusaha harus bisa menjalin pergaulan yang lebih luas yang nantinya dapat dijadikan pasar untuk usaha yang dijalaninya.
* Berorientasi pada Tugas dan Hasil
Seorang pengusaha harus konsisten terhadap usaha yang dijalaninya dan tentu saja sudah mempertimbangkan matang-matang tentang hasil yang akan diperoleh nantinya.
* Kepemimpinan
Setiap manusia mempunyai jiwa kepemimpinan, namun bagaimana sifat itu dipupuk semenjak kita masih kecil hingga terbentuk jiwa yang tangguh dan dapat memberikan pengaruh diamanapun ia berada. Sifat inilah yang harus dimiliki seorang pengusaha, karena yang akan ia bangun nantinya adalah lapangan pekerjaan, siafat ini sangat cocok untuk memanage lapangan pekerjaan yang dibangun agar menjadi solid.
* Keorisinilan
Tidak semua orang mempunyai keorisinilan. Maksud dari orisinil disini adalah sifat yang inovatif, artinya seorang pengusaha harus bisa memunculkan ide-ide baru untuk sebuah wirausaha yang akan dijalaninya.
* Berorientasi ke Masa Depan
Seorang pengusaha tentunya sudah mempunyai langkah-langkah tertentu untuk mencapai kesuksesan. Harus dapat melihat sudut pandang terhadap usaha yang ia jalani, dan mempunyai gambaran terhadap prospek akan usaha yang ia jalani.
Kembali menyoroti paparan tersebut, didapatkan pula percaya diri sebagai salah satu faktor kemampuan bergaul dalam dunia usaha sangat diperlukan. Sifat percaya diri seseorang tentunya membawa seseorang pada pergaulan yang lebih luas, namun bukan berarti bebas. Seseorang pengusaha harus bisa menjalin pergaulan yang lebih luas yang nantinya dapat dijadikan pasar untuk usaha yang dijalaninya. Bila hal ini mampu dilakukan dengan baik maka akan terus bertambah pergaulan, menjalin sebanyak mungkin teman, sahabat dan orang baru di sekitar kita.
Menurut Murphy dan Peek yang diterjemahkan dalam bukunya oleh Bukhari Alam, ada delapan anak tangga yang meliputi keberhasilan seorang wirausahawan dalam mengembangkan profesinya, yaitu:
* Kerja keras
Kerja keras merupakan modal keberhasilan seorang wirausaha. Setiap pengusaha yang sukses menempuh kerja keras yang sungguh-sungguh dalam usahanya.
* Kerjasama dengan orang lain
Kerjasama dengan orang lain dapat diwujudkan dalam lingkungan pergaulan sebagai langkah pertama untuk mengembangkan usaha. Seorang wirausaha harus murah hati, mudah bergaul, ramah dan disenangi masyarakat dan menghindari perbuatan yang merugikan orang lain.
* Penampilan yang baik
Penampilan yang baik ditekankan pada penampilan perilaku yang jujur dan disiplin.
* Yakin
Seorang wirausaha harus dapat yakin kepada diri sendiri, yaitu keyakinan untuk maju dan dilandasi ketekunan serta kesabaran.
* Pandai membuat keputusan
Seorang wirausaha harus dapat membuat keputusan. Jika dihadapkan pada alternatif sulit, dengan cara pertimbangan yang matang, jangan ragu – ragu dalam mengambil keputusan yang baik sesuai dengan keyakinan.
* Mau menambah Ilmu pengetahuan
Dengan menambah ilmu pengetahuan, terutama di bidang usaha, diharapkan seorang wirausaha dapat mendukung kemampuan dan kemajuan dalam usaha
* Ambisi untuk maju
Tanpa ambisi yang kuat, seorang wirausaha tidak akan dapat mencapai keberhasilan. Ambisi yang kuat, harus diimbangi dengan usaha yang keras dan disiplin diri yang baik.
* Pandai berkomunikasi
Seorang wirausaha harus dapat menarik orang lain dengan tutur kata yang baik, sopan, jujur dan percaya diri. Dengan demikian akan memberi kesan kepada orang lain menjadi tertarik daan orang akan percaya dengan apa yang disampaikan.
Dalam delapan anak tangga yang meliputi keberhasilan seorang wirausahawan dalam mengembangkan profesinya tersebut, terdapat dua hal yang termasuk ke dalam kecakapan dalam “bergaul” yakni kemampuan kerja sama dengan orang lain dan pandai berkomunikasi. Bagaimanapun, seorang wirausahawan perlu memperluas pergaulannya karena tidak akan terlepas dari bagaimana bekerjasama dan berkomunikasi dengan orang lain. Seseorang yang ingin sukses dalam berwirausahaan perlu melatih kemampuannya dalam berkomunikasi dengan orang lain, sehingga mereka yang menjadi ketika kita menjadi komunikator, maka mereka yang menjadi komunikan (penerima pesan dalam komunikasi) akan menyambut dengan respon yang baik yakni yang menunjukkan ketertarikannya pada pesan yang kita sampaikan (misalnya dalam penawaran kerja sama). Bila telah sama-sama mendapatkan sinkronisasi, maka akan terjalin kerja sama dan tidak berhenti sampai begitu saja. Rekan yang bekerja sama dengan kita, akan memperkenalkan kita pada rekan-rekannya yang lain. Bila semacam ini berlangsung dengan baik, maka pertemanan akan semakin tumbuh bercabang-cabang, sehingga usaha yang kita miliki akan tersebar melalui jalinan pergaulan tersebut.
NPM : 31209404
Kelas : 2DD03
Mata Kuliah : Kewirausahaan
Dosen : Joko Utomo
PERGAULAN MENUJU SUKSES DALAM KEWIRAUSAHAAN
Menurut Joseph Schumeter, Entrepreneur atau wirausaha adalah orang yang mendobrak system ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Dalam definisi ini ditekankan bahwa seorang wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut.
Menjadi seorang wirausaha, bisa dikatakan gampang – gampang susah, tetapi niat dan keinginan menjadi seorang wirausahawan haruslah diasah dan perlu dicoba. Mampu memotivasi diri yang baik menuju sukses dalam bisnis, kewirausahaan dan kerja merupakan impian banyak orang. Namun semua usaha apapun ketika berangkat dari ketidaktahuan, maka nilai efektifitas menuju terwujudnya sebuah kesuksesan sangat kecil. Peluang sukses akan rendah.
Di dalam makalah ini akan dijelaskan betapa pentingnya memperluas pergaulan untuk menjadi seorang wirausahawan. Hal ini mampu dilakukan dengan menambah pergaulan, menjalin sebanyak mungkin teman, sahabat dan orang baru di sekitar kita. Dari network pergaulan kita, akan terbuka peluang yang bagus untuk berkaca diri, membuka diri dan melihat potensi diri yang bisa anda pupuk dan kembangkan.
Namun sebelumnya, tidak ada salahnya bila kita melihat gambaran umum terlebih dahulu mengapa pergaulan yang luas diperlukan untuk menjadi wirausahawan. Di bawah ini akan dijelaskan pentingnya bagi seseorang yang ingin manjadi wirausahawan untuk mengenali potensi dalam dirinya dan kita akan ketahui apa hubungannya dengan pembahasan makalah ini yakni pergaulan dalam kewirausahaan.
Kita perlu mampu mengenal potensi diri kita sejak awal, sehingga banyak terjadi dan kita dengar, seseorang dengan usaha yang minimalis dan sederhana namun begitu cepat menjadi sukses dalam bisnisnya, kerjanya, dan wirausahanya.
Mengenali diri merupakan modal dan kekuatan, terutama kekuatan untuk membangun kekuatan berikutnya menuju sukses menangkap peluang bisnis, peluang kerja, peluang sukses, peluang peningkatan reputasi.
Secara umum dan singkat tipe kepribadian manusia menurut Psikolog dari Amerika yang terkenal dengan JL Holland dapat dibedakan dengan 6 macam:
a. Tipe Kepribadian Konvensional
Ciri ciri dari kepribadian konvensional adalah bersikat hati-hati, mengikuti arus, metodis, efisien, cermat, tidak fleksibel, pemalu, tidak mau menonjolkan diri, patuh, teratur, tekun, praktis, cermat, sopan, dan tidak imajinatif.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe konvensional adalah : resepsionis, sekretaris, klerek, operator komputer atau akuntan.
b. Tipe Kepribadian Sosial
Ciri-ciri kepribadian konvensional adalah: menyukai orang, menikmati pergaulan, ramah, dermawan, suka menolong, baik hati, mudah berempati, persuasif, sabar, suka bekerja sama, bertanggungjawab bijaksana, dan hangat.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah: Guru, ibu rumah tangga, atau konsultan manajemen.
c. Tipe Kepribadian Investigative
Ciri-ciri Kepribadian investigative adalah rasional, analitis, kompleks, selalu ingin tahu, teliti, senang menyendiri, isntrospektif, pemalu, penuh kehati-hatian, tidak terburu-buru, tidak terbawa emosi, dan tidak terlalu disukai orang.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini: ilmuwan, dokter, penerjemah, surveyor, peneliti, atau dosen.
d. Tipe Kepribadian Artisitik
Ciri-ciri Tipe Kepribadian artisitik adalah tidak rapi, emosional, impulsive, tiakpraktis, mandiri, instrospektif, imajinatif, orisional, tidak senang, mengikuti arus, intuitif, peka, terbuka, dan disukai banyak orang.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah: penulis, musisi, jurnalis, seniman, disainer, actor, atau kritikus seni.
e. Tipe Kepribadian Realistis
Ciri-ciri kepribadian realistis adalah tidak suka omong kosong, tidak suka mengumbar janji atau kata-kata, keras kepala, materialistis, praktis, menjauhi diri dari pergaulan social, sedikit bergaul, bersikap wajar tidak dibuat-buat, berterus terang, cenderung mengikuti arus, fleksibel, tekun, dan cermat.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini antara lain : sopir, pilot, mekanik, juru masak, atau petani.
f. Tipe Kepribadian Pengusaha
Ciri-ciri tipe kepribadian pengusaha adalah gigih, ambisius, menyenangkan, mendominasi, menyukai petualangan, suka coba-coba, terkadang bertindak berlebihan, suka berbicara, penuh rasa percaya diri, sangat optimis, dan siap mencoba apapun.
Pekerjaan yang cocok untuk kepribadian ini adalah : penjual, eksekutif, manajer, atau wiraswasta/wirausahawan.
Telah dipaparkan bahwa seorang wirausahawan merupakan pekerjaan yang cocok bagi pribadi yang gigih, ambisius, menyenangkan, mendominasi, menyukai petualangan, suka coba-coba, terkadang bertindak berlebihan, suka berbicara, penuh rasa percaya diri, sangat optimis, dan siap mencoba apapun. Bila kita telaah dalam keterampilan komunikasinya, maka berdasarkan hal tersebut, seorang wirausahawan perlu memiliki keterampilan dalam berkomunikasi interpersonal atau yang biasa disebut dengan kemampuan “bergaul”.
Selain paparan di atas yakni mengenai potensi diri yang penting dikenali oleh seseorang yang ingin menjadi seorang wirausahawan, berikut ini pula beberapa cara sukses menjadi wirausahawan secara umum, antara lain:
* Percaya Diri
Seorang pengusaha harus dapat memiliki percaya diri, artinya begini, sifat percaya diri seseorang tentunya membawa seseorang pada pergaulan yang lebih luas, namun bukan berarti bebas. Seseorang pengusaha harus bisa menjalin pergaulan yang lebih luas yang nantinya dapat dijadikan pasar untuk usaha yang dijalaninya.
* Berorientasi pada Tugas dan Hasil
Seorang pengusaha harus konsisten terhadap usaha yang dijalaninya dan tentu saja sudah mempertimbangkan matang-matang tentang hasil yang akan diperoleh nantinya.
* Kepemimpinan
Setiap manusia mempunyai jiwa kepemimpinan, namun bagaimana sifat itu dipupuk semenjak kita masih kecil hingga terbentuk jiwa yang tangguh dan dapat memberikan pengaruh diamanapun ia berada. Sifat inilah yang harus dimiliki seorang pengusaha, karena yang akan ia bangun nantinya adalah lapangan pekerjaan, siafat ini sangat cocok untuk memanage lapangan pekerjaan yang dibangun agar menjadi solid.
* Keorisinilan
Tidak semua orang mempunyai keorisinilan. Maksud dari orisinil disini adalah sifat yang inovatif, artinya seorang pengusaha harus bisa memunculkan ide-ide baru untuk sebuah wirausaha yang akan dijalaninya.
* Berorientasi ke Masa Depan
Seorang pengusaha tentunya sudah mempunyai langkah-langkah tertentu untuk mencapai kesuksesan. Harus dapat melihat sudut pandang terhadap usaha yang ia jalani, dan mempunyai gambaran terhadap prospek akan usaha yang ia jalani.
Kembali menyoroti paparan tersebut, didapatkan pula percaya diri sebagai salah satu faktor kemampuan bergaul dalam dunia usaha sangat diperlukan. Sifat percaya diri seseorang tentunya membawa seseorang pada pergaulan yang lebih luas, namun bukan berarti bebas. Seseorang pengusaha harus bisa menjalin pergaulan yang lebih luas yang nantinya dapat dijadikan pasar untuk usaha yang dijalaninya. Bila hal ini mampu dilakukan dengan baik maka akan terus bertambah pergaulan, menjalin sebanyak mungkin teman, sahabat dan orang baru di sekitar kita.
Menurut Murphy dan Peek yang diterjemahkan dalam bukunya oleh Bukhari Alam, ada delapan anak tangga yang meliputi keberhasilan seorang wirausahawan dalam mengembangkan profesinya, yaitu:
* Kerja keras
Kerja keras merupakan modal keberhasilan seorang wirausaha. Setiap pengusaha yang sukses menempuh kerja keras yang sungguh-sungguh dalam usahanya.
* Kerjasama dengan orang lain
Kerjasama dengan orang lain dapat diwujudkan dalam lingkungan pergaulan sebagai langkah pertama untuk mengembangkan usaha. Seorang wirausaha harus murah hati, mudah bergaul, ramah dan disenangi masyarakat dan menghindari perbuatan yang merugikan orang lain.
* Penampilan yang baik
Penampilan yang baik ditekankan pada penampilan perilaku yang jujur dan disiplin.
* Yakin
Seorang wirausaha harus dapat yakin kepada diri sendiri, yaitu keyakinan untuk maju dan dilandasi ketekunan serta kesabaran.
* Pandai membuat keputusan
Seorang wirausaha harus dapat membuat keputusan. Jika dihadapkan pada alternatif sulit, dengan cara pertimbangan yang matang, jangan ragu – ragu dalam mengambil keputusan yang baik sesuai dengan keyakinan.
* Mau menambah Ilmu pengetahuan
Dengan menambah ilmu pengetahuan, terutama di bidang usaha, diharapkan seorang wirausaha dapat mendukung kemampuan dan kemajuan dalam usaha
* Ambisi untuk maju
Tanpa ambisi yang kuat, seorang wirausaha tidak akan dapat mencapai keberhasilan. Ambisi yang kuat, harus diimbangi dengan usaha yang keras dan disiplin diri yang baik.
* Pandai berkomunikasi
Seorang wirausaha harus dapat menarik orang lain dengan tutur kata yang baik, sopan, jujur dan percaya diri. Dengan demikian akan memberi kesan kepada orang lain menjadi tertarik daan orang akan percaya dengan apa yang disampaikan.
PERGAULAN MENUJU SUKSES DALAM KEWIRAUSAHAAN
Menurut Joseph Schumeter, Entrepreneur atau wirausaha adalah orang yang mendobrak system ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Dalam definisi ini ditekankan bahwa seorang wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut.
Menjadi seorang wirausaha, bisa dikatakan gampang – gampang susah, tetapi niat dan keinginan menjadi seorang wirausahawan haruslah diasah dan perlu dicoba. Mampu memotivasi diri yang baik menuju sukses dalam bisnis, kewirausahaan dan kerja merupakan impian banyak orang. Namun semua usaha apapun ketika berangkat dari ketidaktahuan, maka nilai efektifitas menuju terwujudnya sebuah kesuksesan sangat kecil. Peluang sukses akan rendah.
Di dalam makalah ini akan dijelaskan betapa pentingnya memperluas pergaulan untuk menjadi seorang wirausahawan. Hal ini mampu dilakukan dengan menambah pergaulan, menjalin sebanyak mungkin teman, sahabat dan orang baru di sekitar kita. Dari network pergaulan kita, akan terbuka peluang yang bagus untuk berkaca diri, membuka diri dan melihat potensi diri yang bisa anda pupuk dan kembangkan.
Namun sebelumnya, tidak ada salahnya bila kita melihat gambaran umum terlebih dahulu mengapa pergaulan yang luas diperlukan untuk menjadi wirausahawan. Di bawah ini akan dijelaskan pentingnya bagi seseorang yang ingin manjadi wirausahawan untuk mengenali potensi dalam dirinya dan kita akan ketahui apa hubungannya dengan pembahasan makalah ini yakni pergaulan dalam kewirausahaan.
Kita perlu mampu mengenal potensi diri kita sejak awal, sehingga banyak terjadi dan kita dengar, seseorang dengan usaha yang minimalis dan sederhana namun begitu cepat menjadi sukses dalam bisnisnya, kerjanya, dan wirausahanya.
Mengenali diri merupakan modal dan kekuatan, terutama kekuatan untuk membangun kekuatan berikutnya menuju sukses menangkap peluang bisnis, peluang kerja, peluang sukses, peluang peningkatan reputasi.
Secara umum dan singkat tipe kepribadian manusia menurut Psikolog dari Amerika yang terkenal dengan JL Holland dapat dibedakan dengan 6 macam:
a. Tipe Kepribadian Konvensional
Ciri ciri dari kepribadian konvensional adalah bersikat hati-hati, mengikuti arus, metodis, efisien, cermat, tidak fleksibel, pemalu, tidak mau menonjolkan diri, patuh, teratur, tekun, praktis, cermat, sopan, dan tidak imajinatif.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe konvensional adalah : resepsionis, sekretaris, klerek, operator komputer atau akuntan.
b. Tipe Kepribadian Sosial
Ciri-ciri kepribadian konvensional adalah: menyukai orang, menikmati pergaulan, ramah, dermawan, suka menolong, baik hati, mudah berempati, persuasif, sabar, suka bekerja sama, bertanggungjawab bijaksana, dan hangat.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah: Guru, ibu rumah tangga, atau konsultan manajemen.
c. Tipe Kepribadian Investigative
Ciri-ciri Kepribadian investigative adalah rasional, analitis, kompleks, selalu ingin tahu, teliti, senang menyendiri, isntrospektif, pemalu, penuh kehati-hatian, tidak terburu-buru, tidak terbawa emosi, dan tidak terlalu disukai orang.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini: ilmuwan, dokter, penerjemah, surveyor, peneliti, atau dosen.
d. Tipe Kepribadian Artisitik
Ciri-ciri Tipe Kepribadian artisitik adalah tidak rapi, emosional, impulsive, tiakpraktis, mandiri, instrospektif, imajinatif, orisional, tidak senang, mengikuti arus, intuitif, peka, terbuka, dan disukai banyak orang.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah: penulis, musisi, jurnalis, seniman, disainer, actor, atau kritikus seni.
e. Tipe Kepribadian Realistis
Ciri-ciri kepribadian realistis adalah tidak suka omong kosong, tidak suka mengumbar janji atau kata-kata, keras kepala, materialistis, praktis, menjauhi diri dari pergaulan social, sedikit bergaul, bersikap wajar tidak dibuat-buat, berterus terang, cenderung mengikuti arus, fleksibel, tekun, dan cermat.
Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini antara lain : sopir, pilot, mekanik, juru masak, atau petani.
f. Tipe Kepribadian Pengusaha
Ciri-ciri tipe kepribadian pengusaha adalah gigih, ambisius, menyenangkan, mendominasi, menyukai petualangan, suka coba-coba, terkadang bertindak berlebihan, suka berbicara, penuh rasa percaya diri, sangat optimis, dan siap mencoba apapun.
Pekerjaan yang cocok untuk kepribadian ini adalah : penjual, eksekutif, manajer, atau wiraswasta/wirausahawan.
Telah dipaparkan bahwa seorang wirausahawan merupakan pekerjaan yang cocok bagi pribadi yang gigih, ambisius, menyenangkan, mendominasi, menyukai petualangan, suka coba-coba, terkadang bertindak berlebihan, suka berbicara, penuh rasa percaya diri, sangat optimis, dan siap mencoba apapun. Bila kita telaah dalam keterampilan komunikasinya, maka berdasarkan hal tersebut, seorang wirausahawan perlu memiliki keterampilan dalam berkomunikasi interpersonal atau yang biasa disebut dengan kemampuan “bergaul”.
Selain paparan di atas yakni mengenai potensi diri yang penting dikenali oleh seseorang yang ingin menjadi seorang wirausahawan, berikut ini pula beberapa cara sukses menjadi wirausahawan secara umum, antara lain:
* Percaya Diri
Seorang pengusaha harus dapat memiliki percaya diri, artinya begini, sifat percaya diri seseorang tentunya membawa seseorang pada pergaulan yang lebih luas, namun bukan berarti bebas. Seseorang pengusaha harus bisa menjalin pergaulan yang lebih luas yang nantinya dapat dijadikan pasar untuk usaha yang dijalaninya.
* Berorientasi pada Tugas dan Hasil
Seorang pengusaha harus konsisten terhadap usaha yang dijalaninya dan tentu saja sudah mempertimbangkan matang-matang tentang hasil yang akan diperoleh nantinya.
* Kepemimpinan
Setiap manusia mempunyai jiwa kepemimpinan, namun bagaimana sifat itu dipupuk semenjak kita masih kecil hingga terbentuk jiwa yang tangguh dan dapat memberikan pengaruh diamanapun ia berada. Sifat inilah yang harus dimiliki seorang pengusaha, karena yang akan ia bangun nantinya adalah lapangan pekerjaan, siafat ini sangat cocok untuk memanage lapangan pekerjaan yang dibangun agar menjadi solid.
* Keorisinilan
Tidak semua orang mempunyai keorisinilan. Maksud dari orisinil disini adalah sifat yang inovatif, artinya seorang pengusaha harus bisa memunculkan ide-ide baru untuk sebuah wirausaha yang akan dijalaninya.
* Berorientasi ke Masa Depan
Seorang pengusaha tentunya sudah mempunyai langkah-langkah tertentu untuk mencapai kesuksesan. Harus dapat melihat sudut pandang terhadap usaha yang ia jalani, dan mempunyai gambaran terhadap prospek akan usaha yang ia jalani.
Kembali menyoroti paparan tersebut, didapatkan pula percaya diri sebagai salah satu faktor kemampuan bergaul dalam dunia usaha sangat diperlukan. Sifat percaya diri seseorang tentunya membawa seseorang pada pergaulan yang lebih luas, namun bukan berarti bebas. Seseorang pengusaha harus bisa menjalin pergaulan yang lebih luas yang nantinya dapat dijadikan pasar untuk usaha yang dijalaninya. Bila hal ini mampu dilakukan dengan baik maka akan terus bertambah pergaulan, menjalin sebanyak mungkin teman, sahabat dan orang baru di sekitar kita.
Menurut Murphy dan Peek yang diterjemahkan dalam bukunya oleh Bukhari Alam, ada delapan anak tangga yang meliputi keberhasilan seorang wirausahawan dalam mengembangkan profesinya, yaitu:
* Kerja keras
Kerja keras merupakan modal keberhasilan seorang wirausaha. Setiap pengusaha yang sukses menempuh kerja keras yang sungguh-sungguh dalam usahanya.
* Kerjasama dengan orang lain
Kerjasama dengan orang lain dapat diwujudkan dalam lingkungan pergaulan sebagai langkah pertama untuk mengembangkan usaha. Seorang wirausaha harus murah hati, mudah bergaul, ramah dan disenangi masyarakat dan menghindari perbuatan yang merugikan orang lain.
* Penampilan yang baik
Penampilan yang baik ditekankan pada penampilan perilaku yang jujur dan disiplin.
* Yakin
Seorang wirausaha harus dapat yakin kepada diri sendiri, yaitu keyakinan untuk maju dan dilandasi ketekunan serta kesabaran.
* Pandai membuat keputusan
Seorang wirausaha harus dapat membuat keputusan. Jika dihadapkan pada alternatif sulit, dengan cara pertimbangan yang matang, jangan ragu – ragu dalam mengambil keputusan yang baik sesuai dengan keyakinan.
* Mau menambah Ilmu pengetahuan
Dengan menambah ilmu pengetahuan, terutama di bidang usaha, diharapkan seorang wirausaha dapat mendukung kemampuan dan kemajuan dalam usaha
* Ambisi untuk maju
Tanpa ambisi yang kuat, seorang wirausaha tidak akan dapat mencapai keberhasilan. Ambisi yang kuat, harus diimbangi dengan usaha yang keras dan disiplin diri yang baik.
* Pandai berkomunikasi
Seorang wirausaha harus dapat menarik orang lain dengan tutur kata yang baik, sopan, jujur dan percaya diri. Dengan demikian akan memberi kesan kepada orang lain menjadi tertarik daan orang akan percaya dengan apa yang disampaikan.
Dalam delapan anak tangga yang meliputi keberhasilan seorang wirausahawan dalam mengembangkan profesinya tersebut, terdapat dua hal yang termasuk ke dalam kecakapan dalam “bergaul” yakni kemampuan kerja sama dengan orang lain dan pandai berkomunikasi. Bagaimanapun, seorang wirausahawan perlu memperluas pergaulannya karena tidak akan terlepas dari bagaimana bekerjasama dan berkomunikasi dengan orang lain. Seseorang yang ingin sukses dalam berwirausahaan perlu melatih kemampuannya dalam berkomunikasi dengan orang lain, sehingga mereka yang menjadi ketika kita menjadi komunikator, maka mereka yang menjadi komunikan (penerima pesan dalam komunikasi) akan menyambut dengan respon yang baik yakni yang menunjukkan ketertarikannya pada pesan yang kita sampaikan (misalnya dalam penawaran kerja sama). Bila telah sama-sama mendapatkan sinkronisasi, maka akan terjalin kerja sama dan tidak berhenti sampai begitu saja. Rekan yang bekerja sama dengan kita, akan memperkenalkan kita pada rekan-rekannya yang lain. Bila semacam ini berlangsung dengan baik, maka pertemanan akan semakin tumbuh bercabang-cabang, sehingga usaha yang kita miliki akan tersebar melalui jalinan pergaulan tersebut.
Jumat, 15 Oktober 2010
Pengertian MYOB
MENGENAL MYOB ACCOUNTING
Pengertian MYOB Accounting
Program aplikasi akuntansi yang digunakan untuk mengotomatisasikan pembukuan secara lengkap, cepat dan akurat. MYOB Limited mengeluarkan MYOB Accounting versi 15 hadir dengan sejumlah fasilitas namun tetap memiliki karakteristik yang sama, yaitu pemasukkan daftar akun, pengaturan (setup), mengelola bank, pelanggan, pemasok, produk sampai pada laporan keuangan seperti neraca, labarugi dan sebagainya.
Pengertian MYOB Accounting
Program aplikasi akuntansi yang digunakan untuk mengotomatisasikan pembukuan secara lengkap, cepat dan akurat. MYOB Limited mengeluarkan MYOB Accounting versi 15 hadir dengan sejumlah fasilitas namun tetap memiliki karakteristik yang sama, yaitu pemasukkan daftar akun, pengaturan (setup), mengelola bank, pelanggan, pemasok, produk sampai pada laporan keuangan seperti neraca, labarugi dan sebagainya.
Senin, 11 Oktober 2010
Peran Kewirausahaan bagi Pembangunan Ekonomi Suatu Negara dan Pembangunan Indonesia
Nama : Nurul Kartika Pradini
Kelas : 2DD03
NPM : 31209404
mata kuliah : kewirausahaan
dosen : Joko Utumo
1. Peran wirausaha bagi pembangunan ekonomi suatu negara dan bagi pembangunan Indonesia!
Wirausahawan biasanya menikmati permainan bisnisnya dengan resiko yang diperhitungkan dan tidak mau menyerah meskipun menghadapi tantangan seberat apaun keadaannya. Kewirausahawan adalah keterampilan yang dapat dipelajari dan dikembangkan, oleh karena itu sebelum menjadi wirausahawan dapat mempertimbangkan manfaat menjadi wirausahawan dan menjadi pemilik bisnis. Fungsi wirausaha dapat dilihat melalui dua pendekatan yaitu secara mikro dan makro, secara mikro wirausaha memiliki dua penemu, wirausaha menemukan dan menciptakan sesuatu yang baru seperti produk, teknologi, cara, ide-ide, organisasi. Sebagai perencana wirausaha berperan merancang tindakan usaha baru, merancangkan strategi usaha yang baru, merancang ide-ide dan peluang dalam meraih sukses, menciptakan organisasi perusahaan yang baru. Secara makro peran wirausaha adalah menciptakan kemakmuran,pemerataan kekayaan dan kesempatan kerja yang berfungsi sebagai mesin pertumbuhan perekonomian suatu negara.
2. uraikan jenis usaha yang akan anda jalankan, dan juga alasan mengapa anda memilih jenis usaha tersebut!
Kemampuan untuk membuat makanan yang lezat tidak menjamin sebuah keberhasilan dalam membuat usaha. Mengetahui cara membuat makanan dan dapat mengelola bisnis anda adalah dua hal yang berbeda.
Jika anda sudah menguasai dalam memproduksi masakan ataupun makanan ringan, maka kini saatnya anda harus mengetahui bagaimana caranya untuk memulai bisnis anda.
Berikut ini kami sajikan beberapa tips dan trik dalam memulai usaha di bidang makanan :
* Perbaharui dan perbaiki kualitas dari masakan buatan anda. Untuk mengetahui kualitas rasa dari masakan, anda dapat membagi sampel kepada teman atau saudara tedekat untuk memperoleh reaksi mereka terhadap produk anda. Setelah itu anda perbaiki agar sesuai dengan keinginan mereka.
* Untuk makanan yang memiliki segmen, anda harus dapat memperbaharui dari resep, penampilan atau cara penyajiannya.
* Perlu dipikirkan juga outlet penjualan, apakah anda berencana membuka toko atau bekerjasama dengan pihan lain? Contohnya jika anda memilih untuk membuka usaha pembuatan kue pengantin, anda dapat melakukan kerjasama dengan pihak wedding organizer.
* Strategi penjualan lainnya adalah anda bisa juga melakukan kerjasama dengan beberapa usaha kantin. Anda dapat mensuplai masakan setiap harinya untuk dijualkan di kantin tersebut. Untuk hal ini, anda juga harus memperhatikan sistem pengantarannya, karena berkaitan dengan biaya transportasi.
* Pikirkan teknologi untuk mendampingi produk anda. Apakah produk anda memerlukan ruangan khusus untuk mempersiapkannya? Apakah perlu membeli peralatan khusus untuk menyimpan bahan baku? dan lain sebagainya.
* Namun pada saat awal usaha, sebaiknya anda mengurangi pengeluaran untuk investasi teknologi produksi. Hal ini bisa anda lakukan dengan cara yang lebih sederhana, atau anda bisa lakukan kerjasama dengan orang lain dalam mensuplai kebutuhan bahan baku tersebut.
* Tujuannya adalah agar anda tidak terlalu berat dalam memenuhi kebutuhan modal usaha. Setelah usaha anda berjalan lancar dan memiliki pelanggan yang tetap, maka anda dapat melakukan pembelian peralatan produksi tersebut.
* Anda harus memikirkan bahwa produk anda aman dikonsumsi serta mendatangkan profit. Mungkin anda haus menguji produk anda terlebih dahulu kepada pihak yang berkompeten untuk memastikan keamanan produk anda agar tak menjadi masalah di kemudian hari.
* Jika anda memulai bisnis makanan ringan, dipikirkan juga kemasan yang menarik agar memberikan nilai lebih pada produk buatan anda. Selain itu juga, dapat meningkatkan image produk dari calon pembeli. Kemasan dapat berasal dari jenis plastik ataupun kertas.
* Yang paling sering menjadi permasalahan dalam menjalankan usaha makanan, adalah ketakutan pada diri sendiri. Pikiran – pikiran apakah produknya laku atau tidak, bagaimana nanti jika ada yang mengeluh, dll. Untuk itu, anda sebaiknya mempersiapkan diri sendiri dan memegang teguh prinsip ” Usaha yang berhasil, hanya dapat dicapai melalui proses yang penuh hambatan “.
Kelas : 2DD03
NPM : 31209404
mata kuliah : kewirausahaan
dosen : Joko Utumo
1. Peran wirausaha bagi pembangunan ekonomi suatu negara dan bagi pembangunan Indonesia!
Wirausahawan biasanya menikmati permainan bisnisnya dengan resiko yang diperhitungkan dan tidak mau menyerah meskipun menghadapi tantangan seberat apaun keadaannya. Kewirausahawan adalah keterampilan yang dapat dipelajari dan dikembangkan, oleh karena itu sebelum menjadi wirausahawan dapat mempertimbangkan manfaat menjadi wirausahawan dan menjadi pemilik bisnis. Fungsi wirausaha dapat dilihat melalui dua pendekatan yaitu secara mikro dan makro, secara mikro wirausaha memiliki dua penemu, wirausaha menemukan dan menciptakan sesuatu yang baru seperti produk, teknologi, cara, ide-ide, organisasi. Sebagai perencana wirausaha berperan merancang tindakan usaha baru, merancangkan strategi usaha yang baru, merancang ide-ide dan peluang dalam meraih sukses, menciptakan organisasi perusahaan yang baru. Secara makro peran wirausaha adalah menciptakan kemakmuran,pemerataan kekayaan dan kesempatan kerja yang berfungsi sebagai mesin pertumbuhan perekonomian suatu negara.
2. uraikan jenis usaha yang akan anda jalankan, dan juga alasan mengapa anda memilih jenis usaha tersebut!
Kemampuan untuk membuat makanan yang lezat tidak menjamin sebuah keberhasilan dalam membuat usaha. Mengetahui cara membuat makanan dan dapat mengelola bisnis anda adalah dua hal yang berbeda.
Jika anda sudah menguasai dalam memproduksi masakan ataupun makanan ringan, maka kini saatnya anda harus mengetahui bagaimana caranya untuk memulai bisnis anda.
Berikut ini kami sajikan beberapa tips dan trik dalam memulai usaha di bidang makanan :
* Perbaharui dan perbaiki kualitas dari masakan buatan anda. Untuk mengetahui kualitas rasa dari masakan, anda dapat membagi sampel kepada teman atau saudara tedekat untuk memperoleh reaksi mereka terhadap produk anda. Setelah itu anda perbaiki agar sesuai dengan keinginan mereka.
* Untuk makanan yang memiliki segmen, anda harus dapat memperbaharui dari resep, penampilan atau cara penyajiannya.
* Perlu dipikirkan juga outlet penjualan, apakah anda berencana membuka toko atau bekerjasama dengan pihan lain? Contohnya jika anda memilih untuk membuka usaha pembuatan kue pengantin, anda dapat melakukan kerjasama dengan pihak wedding organizer.
* Strategi penjualan lainnya adalah anda bisa juga melakukan kerjasama dengan beberapa usaha kantin. Anda dapat mensuplai masakan setiap harinya untuk dijualkan di kantin tersebut. Untuk hal ini, anda juga harus memperhatikan sistem pengantarannya, karena berkaitan dengan biaya transportasi.
* Pikirkan teknologi untuk mendampingi produk anda. Apakah produk anda memerlukan ruangan khusus untuk mempersiapkannya? Apakah perlu membeli peralatan khusus untuk menyimpan bahan baku? dan lain sebagainya.
* Namun pada saat awal usaha, sebaiknya anda mengurangi pengeluaran untuk investasi teknologi produksi. Hal ini bisa anda lakukan dengan cara yang lebih sederhana, atau anda bisa lakukan kerjasama dengan orang lain dalam mensuplai kebutuhan bahan baku tersebut.
* Tujuannya adalah agar anda tidak terlalu berat dalam memenuhi kebutuhan modal usaha. Setelah usaha anda berjalan lancar dan memiliki pelanggan yang tetap, maka anda dapat melakukan pembelian peralatan produksi tersebut.
* Anda harus memikirkan bahwa produk anda aman dikonsumsi serta mendatangkan profit. Mungkin anda haus menguji produk anda terlebih dahulu kepada pihak yang berkompeten untuk memastikan keamanan produk anda agar tak menjadi masalah di kemudian hari.
* Jika anda memulai bisnis makanan ringan, dipikirkan juga kemasan yang menarik agar memberikan nilai lebih pada produk buatan anda. Selain itu juga, dapat meningkatkan image produk dari calon pembeli. Kemasan dapat berasal dari jenis plastik ataupun kertas.
* Yang paling sering menjadi permasalahan dalam menjalankan usaha makanan, adalah ketakutan pada diri sendiri. Pikiran – pikiran apakah produknya laku atau tidak, bagaimana nanti jika ada yang mengeluh, dll. Untuk itu, anda sebaiknya mempersiapkan diri sendiri dan memegang teguh prinsip ” Usaha yang berhasil, hanya dapat dicapai melalui proses yang penuh hambatan “.
Langganan:
Postingan (Atom)